Tuesday, November 5, 2013

1435

Salaam Maal Hijrah 1435

1434 sudah berlalu...ramai yang sibuk memperkatakan mengenai hijrah kita....InsyaAllah selagi ada niat untuk berhijrah Allah akan permudahkan jalan kita...jangan asyik pasang niat aja ye, tapi tidak bertindak...huhuhu...

Esok malam, kami akan bertolak ke airport...InsyaAllah flight kami pada tengah malam, kiranya 7hb November tulah...Alhamdulillah setelah hampir setahun tak balik Malaysia, 2 tahun tak balik India...now finally the time has come...tapi bag tak packing lagi...banyak benda tak isi lagi...time ni lah plak sakit pinggang...aiyaa...nak angkat benda berat pun tak berani...alamatnya malam kang lah kami laki bini akan bertungkus lumus menggeledah barang nak bawak balik Malaysia and India...

2 tahun tak balik India...macam mana lah agaknya keadaan di sana nanti...dengar-dengar dah mula nak winter....asal balik India je musim sejuk...asal musim sejuk je balik India...hmmm...saya doa banyak-banyak keadaan kesihatan saya baik...I just too alergi with winter....tapi kuasa Allah kan kalau kita banyak berdoa padaNya....tak guna mengeluh lebih...dan juga saya berharap Allah masih pelihara hubungan saya dan keluarga mertua saya di sana....wujudkan lah kemesraan dan kasih sayang antara kami seperti mana Engkau wujudkannya sebelum ini...Aamiin...

1 tahun tak balik Malaysia...of course rindu kat ibu dan adik beradikku...tapi yang paling dirindui mestilah anak-anak buah ku yang makin notty....di Riyadh setiap 2-3 hari akan call rumah...kali ini, saya akan stay sebulan lebih di sana...lama sikit...dapat lah spent time ngan family...suami akan balik Riyadh dulu...I told him I want to stay a bit longer....nasib baik dapat suami yang memahami...macam-macam plak benda nak kena buat balik nant...uruskan insurans rumah, nak cuba apply for Permanent Resident suami....tengoklah...ada masa buat, tak ada masa tangguh lagi....hehehe..

Till then, rasa-rasanya tahun depan lah blog saya akan beroperasi kembali ya...InsyaAllah next time I will be writing about my travelog haji...

We will meet again okay, my Blog!!!

Assalamualaikum....

Thursday, October 31, 2013

I just hate to accept those fact...


I hate to accept the fact that I only in need when you have nobody or you want somebody to be with you when nobody else could. (nobody-somebody-nobody...apa-apa jelah...introduction yang beremosi lagi...2 entries for this close gap...bravo Farah)

Yes, I am a housewife...who just sitting in home in this desert area, which the rules are not always with woman favour. Not allow to drive--not allow to go out alone. But I'm okay with it as back to my home country I don't use to go out alone neither I used to drive unless needed. But to be more pathetic, I am a housewife with no kids YET. So my housewife job is much-much limited. But still, I can handle with this pathetic situation as everything in Allah's will. SABAR-DOA-USAHA-TAWAKAL.

However, that is not my point here. Don't get me wrong by thinking poor Farah, poor housewife, holding a degree but see her poor situation ( hey apa ni, banyaknya poor). Believe me, alhamdulillah I am much happy with this kind of life. Remember my last entry on how and what I can take advantage on my current situation.Here is the entry. Not many people can actually enjoy this kind of living as mine. Again, that is not the point. I actually hate the fact that people think a housewife like me has plenty of time. Yes, to the fact. To other friends/family, I know they have a lot of work to do (consisting- rush to office, send the kids to nursery, markerting, cooking, cleaning, washing etc) and me? only the last 3 tasks which I do everyday...hahaha...thats it...the rest, ikut suka ko lah nak buat apa lepastu..and I keep on answering people's curiosity question ---Farah, oh my God...what are you doing the whole day in home?...even my husband's friend son who is only 13 years old also have that curious question in his mind...punyalah mengambil berat...:p...well, with this a lot of leisure time which Allah grant to me, thats the reason I normally initiate 'hi, how are you?' message to all my friends or families back at home... Again, I am okay with that...seriously I understand the fact that they are busy and I don't use to disturb them..(sebulan sekali je pun)...and I don't really mind to initiate it to them....that also might be the reason why people come to me when they have problem...or luahan rasa...as Farah has plenty of time...

But then?lets get to the core point here, Alhamdulillah Allah give me those opportunity or maybe abilty (?) to help people, to ease their pain with my only 20 cents advice...I really gratefull...but I am not superwoman...who just sit back in home and relax without any problem...( who doesn't have problem in this world)...but where are they when I need them? believe me, I feel guilty with those feeling. It seems how insincerity am I showing care for them, it seems that I need the same reciprocal love and care from those people as well...It seems to me I don't help them because of Allah...but I just a friend, a sister, a family who also need some care and love just by saying--is anything we can help you? No doubt, Alhamdulillah until now I still have people that always concern bout me...its like 'just call my name, I'll be there'...

Farah is always there when they need someone's help...
Farah is there when they need some accompany...
Farah is there...Farah is there...Farah is there.....
But then?Where Farah can go when she need someone...
Sorry I am busy...sorry, my kids troubling me...sorry my time is gold...
Terkuntang-kanting lah Farah cari bantuan...
Alhamdulillah, there always unpredictable help from unpredictable people...
Thank you, Allah...You always send me Your help...
Hasbunallah wani'mal wakeel
End of emotional discussion.

Till we meet again, my blog!

 Assalamualaikum....

Wednesday, October 30, 2013

PERJALANAN HAJI 1434

Alhamdulillah, sudah hampir 2 minggu kami pulang dari Mekkah. 7 hari kami berkelana di Mina. Khemah sempit kami yang muat-muat untuk semua jemaah Malaysia dari seluruh Saudi telah banyak memberi pengalaman yang tak akan saya lupakan sampai bila-bila. Ruang yang kecil langsung tidak terasa sempit. Ada sahaja ruang untuk kami solat dan makan berjemaah. Tandas yang sedikit langsung tidak terasa lama untuk menunggu gilirannya. Makanan yang hampir setiap hari masakan daging kambing, tapi langsung tidak terasa akan muaknya. Tiada masalah gastrik, 'loose-motion', insomnia dan lain-lain lagi. MasyaAllah kuasa Allah. Sungguh. Allah telah memakbulkan doa-doa saya, keluarga dan rakan-rakan agar dipermudahkan sepanjang berada di sana. Tidak teringat untuk 'counting da days to go home'. Alih-alih esok hari terakhir kami. Masa berlalu sangat cepat tapi Alhamdulillah hati terasa puas.

Ada sedikit highlight yang saya ingin kongsikan pengalaman/persepsi/pendapat/tips sebelum, sepanjang dan selepas melakukan haji.

HATI TERASA PUAS

Entahlah perkataan puas itu terasa seperti ekstrem untuk menggambarkan perasaan hati setelah pulang dari Mekkah tapi itulah yang saya rasa. Bukanlah saya rasa seperti tersangat puas dengan ibadah saya, kerana siapa saya yang ingin menilai ibadat saya di sana, tapi Alhamdulillah Allah bekalkan perasaan 'puas' ini membuatkan hati saya seperti tenang setelah kembali dari Mekkah. Tiada perasaan seperti 'Alangkah bagusnya kalau saya boleh perbaiki ibadah saya di sana'. Mungkin persediaan yang telah lama saya lakukan sebelum pergi ke Mekkah membuatkan saya bersedia dan tahu untuk buat apa di sana. Walaupun ada satu dua ralat yang telah (terpaksa) kami lakukan seperti terlepas waktu bermalam di Mina, suami jatuh sakit dan terpaksa tunda ibadah haji kami ke hari lain tapi Masyaallah ada hikmahnya. Sangat-sangat besar hikmahnya.

Sehingga sekarang kami suami isteri masih seronok bercerita pengalaman kami di sana. Suami tak henti-henti bersyukur dapat pergi dengan jemaah Malaysia. Tiada yang ingin dikomplenkan. Dengar dari kisah-kisah kawan kami yang ditipu dengan agensi mereka membuatkan kami terasa sangat berpuas hati dengan agensi kami. Ramai yang pesan jangan makan banyak-banyak sebab kuantiti toilet yang terhad. Kawan-kawan suami pesan juga cari waktu yang sesuai untuk melontar jamrah dan tawaf sebab orang terlalu ramai. MasyaAllah, kuasa Allah kami tidak mengalami sebarang masalah dengan keadaan tersebut. Semasa perjalanan ke Mekkah, kami singgah di perhentian yang sama kami singgah ketika umrah puasa yang lepas. Perbezaan yang sangat ketara apabila suasana agak sunyi berbanding bulan puasa yang lepas. Toilet kosong. Suami sempat bertanya dengan pekerja Bangladesh di sana. Mana pergi semua orang? Pekerja tersebut beritahu tahun ini tahun yang paling sedikit kuantiti orang yang pergi haji disebabkan jumlah kuota yang dikurangkan. Di Miqat, Qarnul Manazil juga kosong. Hanya beberapa bas sahaja yang berhenti untuk persediaan ihram. Saya sempat mandi di bilik air yang hanya saya seorang sahaja berada. KOSONG. Alhamdulillah, walaupun bayaran agak mahal tapi nikmat yang Allah kurniakan ini membuatkan kami berasa syukur sangat-sangat.

Saya bersyukur dipertemukan dengan teman-teman haji dari seluruh Saudi yang sangat mesra dan banyak menolong kami dalam segala hal. Yang paling best, di khemah kami kakak-kakak senior sentiasa menjaga solat jemaah kami, bertadarus quran ramai-ramai, ingat-mengingati untuk qiyam, kejut untuk bangun solat, beryassin dan berKahfi bersama. Seorang sakit, semua concern. Sehinggakan suami jatuh sakit, kakak yang berjiran dengan saya terus call suaminya untuk bagi ubat itu ini pada suami saya. Ada kakak yang sanggup untuk temankan saya dan suami untuk bawa ke hospital. Begitu sekali mereka mengambil berat. Subhanallah.Alhamdulillah.Allahu Akbar.

PERSEDIAAN YANG CUKUP

Baca, kaji, dan tuntut ilmu haji secukupnya. Kalau di Malaysia sangat bertuah kerana jemaah haji akan dipanggil untuk menghadiri kursus asas haji yang dikelolakan oleh Tabung Haji. Peringkat demi peringkat mereka akan ajarkan pada bakal haji. Dari persediaan haji, ilmu wajib dan rukun haji, kesihatan, permasalahan wanita semuanya lengkap. Kami di luar Malaysia kena lebih independent untuk mendapatkan ilmu haji ini. Kelas hanya diadakan sehari sahaja oleh organiser pihak agensi haji kami. The rest, kena cari sendiri. Alhamdulillah saya terjumpa kursus Asas Haji di youtube melalui website masjid AsSobirin, Lembah Keramat. (http://www.masjidassobirin.com/haji2011.html) Syukur sangat-sangat sebab Allah temukan saya dengan video-video haji ini. Terasa seperti menghadirkan diri di kursus haji di Malaysia. Sesiapa yang duduk over the sea macam saya, saya strongly suggest study through this video. InsyaAllah lengkap ilmu haji kita. Dari basics info, tips, practical and real experience story from penceramah dari Tabung Haji ini, Ustaz Dr. Sapawi Bin Che Mat. Just download, and spent 2 hours everyday to watch and learn from the video. Seriously seronok sangat dengar ustaz ini berceramah. Langsung tak boring. Semoga Allah membalas usaha pihak penganjur masjid dan juga pada penceramah-penceramah yang menyumbangkan ilmu haji ini pada kami.

Rakaman kursus haji di website Masjid Assobirin

Hajj books yang dibeli dari E-sentral dan dari Riyadh...
Kami sebenarnya pun tak merancang awal untuk mengerjakan haji. Jadi memang buku-buku rujukan langsung tak bawak dari Malaysia. Alhamdulillah banyak info kami dapat dari internet terutama online books keluaran Tabung Haji dijual di http://www.e-sentral.com. Buat tambah-tambah ilmu terutama rujukan dam, doa-doa pilihan dan banyak lagi. Dan suami pun banyak beli buku haji dari Riyadh. Alhamdulillah, Allah akan permudahkan usaha kita kalau kita betul-betul ikhlas untuk belajar.

Jangan malu untuk bertanya terutama pada rakan-rakan yang telah pergi dan akan pergi mengerjakan haji. Terutamanya tips-tips atau barang-barang yang perlu dan tak perlu dibawa. Sekurang-kurangnya kita telah bersedia dan tak akan terkejut dengan suasana baru di sana. Lebih-lebih lagi orang macam saya yang tak biasa bercamping jauh-jauh...hehehe...Alhamdulillah banyak info saya dapat dari kakak-kakak yang mempunyai pengalaman pergi bersama dengan agensi yang sama. Trust me, ianya banyak membantu saya ketika di sana. Yang penting, pesan mereka DON'T EXPECT TOO HIGH. Takut nanti kecewa. Selain itu, saya dapat banyak info dari blog-blog Malaysian in Saudi yang rata-rata pergi dengan agensi yang sama. Ramai yang menulis catatan Travelog Haji mereka dari hari mereka pergi sehingga hari mereka pulang. Sedikit sebanyak ia memberi gambaran suasana di Mina, Jamrat, Muzdalifah dan Arafat.

JANGAN BERHENTI BERDOA

Sudah tentu semua bakal jemaah haji akan berdoa bersungguh-sungguh sebelum berangkat ke Mekkah. Kami hanya memasang niat untuk mengerjakan haji awal tahun ini. Entah jadi entah tidak bukan kuasa kami. Tapi kami berniat bersungguh-sungguh. Kami berkorban tidak pulang raya semata-mata kami takut terlepas pendaftaran haji dengan mana-mana agensi. Kami tersangat ingin pergi bersama agensi yang selalu bawa jemaah Malaysia. Bersama pimpinan Ustaz Dr Hassan. Berapa kali hati ini berbisik ingin pulang ke Malaysia  tapi memandangkan kena simpan duit untuk haji, terpaksa pujuk hati untuk bersabar. Months after months passing sehinggalah Ramadhan tiba. Still tak ada info lagi. Selalunya pendaftaran akan buka right after Syawal tapi Syawal tiba masih tiada berita. Kami sudah mula mencari info dari agensi India dan Pakistan. Reda dengan agensi mana pun asalkan dapat pergi. Tapi tak putus berdoa pada Allah. Alhamdulillah, Allah temukan dengan orang-orang Malaysia yang sangat membantu kami dalam mendapatkan info haji dengan agensi Malaysia. Urusan kami jadi sangat mudah. Sangat-sangat mudah. Masyaallah. Subhanallah. Allah ArRahman. Allah ArRahim.

Jangan berhenti berdoa. Niat kita suci. Lillahi Ta'ala. Depan Kaabah pada Ramadhan lepas saya tak putus berdoa. Saya berdoa dengan sepenuh hati. Saya ingin jadi tetamuNya. Hanya Allah tahu bagaimana kami letak harapan dan usaha kami untuk menjadi tetamuNya. Walaupun pertengahan tahun baru kami tahu kuota akan dikurangkan dan harga akan dinaikkan, kami ketepikan segala kemungkinan yang kami akan menangguhkan haji kami. 3-4 minggu sebelum pergi, baru kami dikhabarkan harga pakej haji kami yang sebenar. Semua kawan pejabat suami yang excited untuk pergi menarik diri. Mereka menangguhkan haji mereka apabila dapat tahu harga yang dikenakan berganda tingginya. Ianya hampir sama harga dengan jemaah muassasah dari Malaysia. Bezanya mereka dapat tinggal selama 40 hari dan kami hanya tinggal 7 hari di Mina. Alhamdulillah suami sangat tekad walaupun ada kala saya sedikit goyah. Suami cakap duit boleh dicari. Rezeki Allah bagi kami menetap di Saudi sangat besar jika dibandingkan dengan harga yang dikenakan.Belum tentu tahun depan kami masih di Saudi. Jangan dusta nikmat itu.Kita telah berdoa untuk jadi tetamuNya, Allah makbulkan untuk jadi tetamuNya tapi kenapa mesti kita goyah hanya dengan harga yang tinggi. Astaghfirullah.

Saya bermasalah dengan gastrik dan insomnia. 2 penyakit yang sangat sinonim dengan saya. Ada kala saya mengadu pada suami perasaan risau saya dengan penyakit ini ketika saya berada di sana nanti. Allahu Akbar. Saya hopeless. Semakin dekat hari, semakin saya tidak boleh tidur. Malah saya hanya dapat tidur selepas subuh hari ketika kami akan bertolak ke Mekkah. Saya hanya tidur 2-3 jam. Saya tawakal. Saya katakan dalam hati, saya telah berdoa pada Allah hari-hari. Saya doa pada Allah agar jauhkan dari penaykit yang mengganggu ibadat saya sepanjang saya mengerjakan haji. Cukupkan tidur saya Ya Allah, agar saya dapat simpan tenaga untuk beribadat padaMu. Berikan kesihatan fizikal dan mental yang kuat. Solat hajat, taubat, tahajjud saya lakukan dengan harapan Allah akan perkenankan doa saya. MasyaAllah, terasa kerdil sangat diri ini bila Allah permudahkan semua ibadat saya. Tiada sekali pun saya merasai sakit gastrik walaupun waktu makan yang tak menentu dan makan makanan yang berminyak dan lemak. Tiada satu malam pun saya tidak dapat melelapkan mata. Suami kata mungkin badan penat menyebabkan saya dapat tidur lena. Saya katakan tidak mungkin saya dapat tidur melainkan dengan bantuan Allah. Walaupun penat macam mana pun saya tidak akan mudah terlena seperti lenanya saya tidur di sana. MasyaAllah. Subhanallah. Oleh itu, jangan pernah berhenti berdoa pada Allah.

GO WITH THE FLOW

Satu ujian yang melanda kami suami isteri adalah ketika suami jatuh sakit. Suami saya mengalami demam yang teruk sehingga banyak ibadat kami terpaksa ditangguh. Kami reda dengan ketentuan Allah. Tiada siapa yang mahu jatuh sakit. Tapi Alhamdulillah, kami tetap bersyukur dengan ujian Allah ini. Ianya bermula setelah balik dari Arafah, kami tersesat untuk ke khemah Mina kami. Ketua kami terpaksa bawa kami ikut jalan jauh disebabkan banyak jalan ditutup. Khemah Mina kami adalah sempadan dengan Muzdalifah. Oleh itu, suasana agak sedikit berbeza kerana kawasan muzdalifah telah dipenuhi dengan orang untuk mabit di sana. Kami terpaksa jalan jauh dari Metro Station yang sepatutunya hanya mengambil masa selama 7-8 minit untuk ke khemah Mina kami. Pusing punya pusing, akhirnya sejam selepas itu barulah kami tiba ke khemah kami. Suami sudah mula rasa hendak demam. Batuk dan selesema. Kami siap-siap untuk mabit di Muzdalifah dan solat jamak ta'khir dan juga kumpul batu untuk melontar. Selesai sahaja mabit, kami sekumpulan kecil decide untuk melontar Jamratul Aqabah pada malam itu juga memandangkan orang kurang ramai ketika itu. Kumpulan besar kami ingin melontar pada keesokan hari pada waktu petangnya.  Kawan-kawan suami ramai yang berpesan pada kami untuk cari waktu sesuai melontar Jamratul Aqabah pada 10 Zulhijjah itu kerana banyak cabaran yang berlaku di sana terutama orang yang sangat ramai. Banyak cerita yang kami dengar. Jadi suami yang masih sihat ketika itu tekad untuk melontar pada malam itu juga. Pukul 1 pagi kami gerak dan Alhamdulillah train dan jamrat pun sangat lengang. Selesai sahaja melontar, barulah suami betul-betul jatuh sakit. Ramai yang menegur kami yang memaksa diri untuk melontar pada malam itu. Mereka menasihati kami jangan terburu-buru untuk menyempurnakan ibadah. Saya mula rasa sedih dan risau dengan keadaan suami yang langsung tak boleh bangun. Suami gagahkan diri untuk ke klinik dengan bantuan rakannya.

Kami decide to go with the flow. Pada 11 Zulhijjah saya terpaksa pergi melontar dengan rakan-rakan khemah tanpa suami. Suami tinggal di khemah. He decided untuk gabungkan lontaran pada 11 Zulhijjah serentak dengan 12 Zulhijjah. Pada pagi 11 Zulhijjah semua jemaah kami pergi melakukan tawaf ifadhah pada pukul 2 pagi. Saya dan suami decide untuk stay sahaja di khemah memandangkan keadaan suami tidak beransur pulih. Kebiasaannya saya yang akan cepat risau. Tapi Alhamdulillah saya tawakal dengan perancangan Allah. Fikiran saya tenang. Tidak risau. Saya nasihatkan suami jangan paksa diri. InsyaAllah Allah bantu kita. Saya suruh dia berehat dulu. Rupanya perancangan Allah maha hebat. Allah bagi kami ujian, Allah balas balik kesabaran kami dengan beri kami kemudahan. Setelah kami kumpul tenaga dan mendapat tidur yang secukupnya, lepas sahaja Maghrib pada 12 Zulhijjah kami melontar Jamrah dan jamrah suami yang tertangguh. Alhamdulillah Allah bagi kesihatan pada suami. Kami decide untuk ke Haram pada malam itu juga untuk sempurnakan tawaf ifadhah kami selagi suami punyai tenaga. Ibadah jamrah kami lancar dan sebelum kami ke Haram kami bertanyakan pada pekerja Jamrah bagaimana suasana di sana. Kami risau pada jemaah yang melakukan nafar awal berpusu untuk melakukan tawaf ifadhah/wida di sana. Setelah dapat info, Allah tetap gerakkan hati kami untuk ke Haram. Tiba di haram agak lewat dan kami telah melepasi waktu mabit di Mina.Kami fikir yang kami sempat untuk pulang ke Mina tapi disebabkan bas yang bawa kami ke Haram berhenti di jalan jauh, jadi kami terpaksa juga mengambil keputusan dan tekad untuk meneruskan tawaf memandangkan suami masih sihat.

Alhamdulillah dengan tawaf tersebut, selesailah semua rukun haji kami. Perasaan syukur dan lega hanya Allah yang tahu. Ikutkan keaadaan suami 2-3 hari lepas yang tak boleh bangun langsung, kami ingat kami tak sempat untuk melakukan tawaf rukun tersebut dan terpaksa menangguhkannya dan pulang dulu ke Riyadh. Alhamdulillah Allah beri kesihatan pada kami. Ingatlah, jangan gusar dengan ketentuan Allah. Tiada siapa yang mahu sakit sepanjang berada di sana. Tapi bila Allah bagi ujian, terimalah dengan Redha. Jangan paksa diri. Go with the flow. Allah akan bagi jalan untuk kita. Kita datang semata-mata kerana Allah. InsyaAllah....

JANGAN LEKA

Kami dari Saudi hanya berada di Mekah selama 7 hari. Masa yang sangat singkat berbanding dengan jemaah dari Malaysia yang dapat menetap di sana selama 40 hari. Kami di sana hanya seminggu dan hanya berkesempatan untuk berada di Haram beberapa kali sahaja. Itupun pada waktu kami melakukan tawaf Qudum, Ifadhah dan Wida. Hari-hari lain kami hanya berada di khemah Mina. Dengan masa yang agak terhad ini, gunakanlah sebaik mungkin. Memang banyak masa terluang sampaikan kadang-kadang kami tidak tahu hendak buat apa. Jangan isi dengan aktiviti yang tidak berfaedah seperti berborak sakan, tidur yang berlebihan, mengadap handphone dan sebagainya.

Saya tiada internet di sana. Berapa kali saya menyebut depan suami untuk belikan pakej internet untuk saya gunakan di sana nanti. Suami buat tak tahu je. Banyak alasan diberikan. Last-last saya faham sendiri. Memang dia sengaja tidak mahu saya gunakan internet di sana. Dia tahu how crazy his wife with internet. Sungguh internet dan saya tidak boleh dipisahkan. Hehehe. Konon-kononya dia tak nak external interference antara saya dan ibadah saya. Hmmmm...iyakan ajalah. Walaupun wifi di khemah kejap ada kejap tak ada, saya akui yang saya selesa dengan keadaan di mana saya tidak selalu bersama dengan handphone. Bukan lama kan, 7 hari aja. Berkorban sikit aja. Lepas itu, berjimba lah balik dengan internet tu bila balik rumah.

Jangan isi masa terlalu lama dengan berborak. Seronok sebenarnya bila berkumpul ramai-ramai dengan kenalan baru. Tapi yang dikhuatirkan bila mula buka topik yang beyond the limit. Seperti mula bercerita pasal hal-hal dunia, gossip sana sini. Kadang-kadang kita akan terperasan yang kita berborak lagi lama dari kita membaca quran. Bila dah terperasan macam itu, take wudu', grab the Quran, sit in the corner and read. Hati sentiasa memainkan peranan yang penting. Hati ini akan berbisik sendiri untuk mengingatkan kita. Cukuplah. Berhentilah. Ingat tujuan datang ke sini. Slowly-slowly you will know what you have to do. Biasalah, syaitan memang inginkan kita terus leka. Hati kita kena kuat. Paksa diri. Participate with the activities that your organiser organised for you. Contohnya, tadarus quran, bertakbir raya beramai-ramai, solat jemaah, dan banyak lagi. It will stop you dari terus 'leka' dengan aktiviti yang lagha.

JAGA HUBUNGAN

Kita pergi ke Mekkah untuk menunaikan rukun Islam yang ke 5. Sungguh, sebelum saya menetap di Saudi anggapan saya haji adalah untuk orang-orang yang berumur. Bila merasai sendiri pengalaman di sana, terdetik di hati saya kalau lah saya yang masih 28 tahun ini termengah-mengah untuk selesaikan ibadat haji, bagaimana dengan orang yang sudah berumur. Seriously, fizikal kena kuat sebab kita kena berjalan lebih kurang 7-8 km setiap hari. Sebab itu, saya tidak mahu dustakan nikmat yang Allah kurniakan pada saya suami isteri.

Kami menyambut panggilan Allah untuk menjadi tetamunya. Kami pergi keranaNya. Sesuatu ibadat yang memerlukan kekuatan fizikal dan mental akan banyak menguji keimanan dan ketaqwaan kita kepadaNya. Bermacam-macam bentuk ujian. Ujian sakit, cuaca, makanan, tempat tinggal, toilet sehinggalah ujian antara manusia. Kita pergi semata-mata untuk beribadat padaNya. Hubungan dengan Allah (Hablu Minallah) kita jaga sebaik mungkin. Itupun bila ditimpa ujian sedikit mulalah kita akan mengelat dan buat ala kadar aja. Iman cepat goyah. Saya pernah mengalami pening dan mabuk yang melampau sewaktu hendak melakukan tawaf ifadhah. Mungkin lambat makan malam. Mulalah blood pressure low. Kami duduk di dataran sebentar untuk berehat. Makan dan solat. Mabuk tak juga hilang. Saya gagahkan juga untuk ke toilet berwudu. Sambil itu sempat bertanyakan dengan jemaah dari Indonesia bagaimana keadaan manusia di dalam haram. Dia yang baru sahaja selesai bertawaf memberitahu keadaan masih terkawal. Saya pujuk lagi suami untuk cuba-cuba tawaf di mataf yang dikhaskan untuk berkerusi roda. Saya masih tak yakin dengan kesihatan saya. Kami cuba untuk masuk di beberapa entrance tapi sering dihalau oleh pengawal keselamatan. Akhirnya kami terpaksa turun ke bawah untuk melakukan tawaf. Tekad untuk tempur sahaja. Doa dan tawakal agar Allah berikan kami kesihatan. Alhamdulillah boleh pulak diselesaikan. Mula sahaja tawaf, mabuk dan pening terus hilang. Terus Allah bagi tenaga. Sambil tawaf saya beritahu suami yang iman saya cepat sangat goyah bila ditimpa sakit. Manjakan sangat badan ini. Sebenarnya kita lebih faham dengan badan dan kesihatan kita. Rupanya saya masih ada tenaga untuk menyempurnakan tawaf tetapi saya tetap mencari alternatif lain untuk memudahkan tawaf saya. Astaghfirullah. Sentiasalah jaga hubungan kita dengan Allah. InsyaAllah Allah akan menjaga kita.

Hubungan dengan manusia (Hablu Minannas) juga merupakan ujian yang sangat besar. Saya sering dengar di mana-mana ceramah haji dan nasihat-nasihat dari orang ramai agar sentiasa bersama mahram kita. Setiap ibadat yang kita lakukan, lakukanlah bersama suami kita. Di sana ada banyak hikmahnya. Hubungan suami isteri akan semakin kuat. Susah senang, penat lelah diharungi bersama. Kita akan lebih mengenali suami kita dan percayalah kasih sayang akan bertambah bila kita melakukan bersama. InsyaAllah. Suami saya mengalami demam yang agak teruk. Belum pernah sepanjang perkahwinan kami, saya lihat keadaanya begitu. Sungguh, hati isteri mana yang tak risau. Ada masa terluang, saya akan pergi berjumpa dengannya di luar khemah kami. Kadang-kadang menitis juga air mata melihat keadaan dia. MasyaAllah Allah bagi ujian suami isteri di Mekkah. Betapa kasih nya saya melihat keadaan dia.

Hubungan dengan jemaah lain juga harus dijaga. Jangan pentingkan diri sendiri. Berhemah lah bila kita berkongsi menggunakan extension wayar, tali ampaian ataupun cloth hanger. Jangan kedekut. Kita duduk berjemaah macam ini kenalah bertoleransi. Tolak ansur. Bila kita bercampur dengan masyarakat yang berlainan kaum, adat dan budaya kita kena banyak bersabar, sabar dan sabar. Kaum lain punyai cara pergaulan yang berbeza. Terutamanya kaum India dan Pakistan yang lebih kasar cara mereka menegur kita. Kasar di sini bukanlah mereka tidak beradab tapi begitulah cara mereka. Di tandas, mereka akan mengetuk pintu luar tandas supaya kita cepat selesaikan urusan kita di dalam tandas. Mereka juga kurang arif dengan perbezaan mazhab antara kita. Mereka akan tegur cara kita berwudu, solat dan pemakaian kita (contoh pakai stokin ketika solat). Anggapan mereka apa yang kita buat semua tidak betul. Jangan melawan. Senyum sahaja. Tak payah susah-susah nak terangkan pada mereka. InsyaAllah doa pada Allah agar buka kan hati mereka untuk faham akan perbezaan mazhab kita. Walaupun berbeza negara dan budaya, tegurlah mereka. Berikan senyuman. Jangan diskriminasi. Mereka juga saudara kita. InsyaAllah Allah pelihara hubungan sesama kita.

ISTIQAMAH

DOA saya selepas melakukan haji ini adalah tidak lain selain ingin membaiki ibadat saya yang banyak kekurangannya dan istiqamah dalam menghadapi perubahan yang positif dalam kehidupan saya. DOA saya agar Allah terimalah jihad saya dalam mencapai haji yang mabrur dan memudahkan perjalanan kehidupan saya yang berbaki ini untuk mengekalkan haji mabrur tersebut. Melakukan ibadah haji mengikut rukun peraturannya mungkin dipandang mudah bagi sesetengah orang. Namun, kehidupan pasca haji merupakan perjuangan yang sememangnya tidak boleh diambil mudah. Cabarannya lagi besar. Ujiannya lagi berat. Semoga Allah kuatkan iman kita untuk terus beristiqamah dalam mengabdikan diri kepadaNya. Aamiin. Kalau ditanya soalan pada saya, hendak pergi haji lagi? Serta merta saya akan jawab SUDAH TENTU.

Next entry InsyaAllah saya akan kongsikan pengalaman perjalanan haji saya dan gambar-gambar yang diambil di sana....(kalau ada kerajinan lah....hehehhe)

Till we meet again, My Blog!!!

Assalamualaikum....

Monday, October 7, 2013

Is this feeling normal?

Kini, penantian kami dari bulan ke bulan, akhirnya akan berakhir jua. Alhamdulillah, doa kami dimakbulkan olehNya. Masa mengerjakan umrah bulan puasa yang lepas, saya tak putus-putus berdoa di depan kaabah agar dipermudahkan segala urusan pendaftaran dan yang paling penting agar dijemput oleh Allah menjadi tetamuNya pada musim haji tahun ini. Bermacam berita yang kami dengar. Kadar kuota jemaah haji tahun ini akan dikurangkan pada 50% dari penduduk tempatan (dari Saudi) dan 20% dari seluruh negara. Semua agensi di Saudi terpaksa menaikkan harga sehingga 20-30 percent pada kami yang ingin mengerjakan haji. Ini semua bagi menampung kerugian harga yang disebabkan pengurangan kuota jemaah haji. Wallahu A'lam.

Suami saya tunjukkan ayat ini pada saya...
it's very true, indeed...
Surah Al-Imrah (3:159)
Awal tahun lagi kami telah pun memasang niat untuk mengerjakan haji. Saya terus nekad untuk terus tinggal di Riyadh sehinggalah selesai ibadah haji kami. Maknanya 11 bulan akan tinggal di sini. Sedih. Tak dapat balik untuk sambut hari raya dengan keluarga. Keluarga di Malaysia dan India pujuk pulang untuk berhari raya. Tapi kami terpaksa berkorban kerana peluang yang Allah berikan amatlah rugi kalau kami sia-siakan. Kebiasaannya pendaftaran haji akan buka seminggu selepas raya dan kalau boleh memang kami ingin ikut jemaah dari Malaysia. Tapi disebabkan kami memang tak ramai kawan Malaysia di sini dan tiada sumber yang boleh kami rujuk, jadi kami decide untuk pergi sahaja dengan mana-mana agensi dari India atau Pakistan. Pertengahan tahun, barulah kerajaan Saudi announce kuota akan dikurangkan atas sebab pengubahsuaian di Masjidil Haram. Kami tawakal ajalah. Walaupun kadang-kadang terasa seperti tak ada harapan. Alhamdulillah, Allah memudahkan urusan pendaftaran kami. Kami dipertemukan dengan orang-orang Malaysia di sini yang memberi informasi tentang agensi yang biasa bawa jemaah Malaysia. Benarlah ayat Allah dalam Surah Al-Imran:159,"Then, when you have taken a decision, put your trust in Allah. For Allah loves those who put their trust (in Him)"
Kami sudah memasang niat dan tekad untuk mengerjakan haji,  kami berdoa dan tawakal, Alhamdulillah Allah sempurnakan urusan kami...


Final preparation- tulis doa-doa yang dikumpulkan 


all bags are packed!!!
Kami kini hanya menunggu panggilan Allah untuk jadi tetamuNya. Kurang dari seminggu aja lagi untuk kami  ke Mekkah. Ya, Allah selagi tidak jejak kaki ke sana, selagi itulah hati ini terasa sangat nervous. Tengok LIVE Makkah channel pun dah boleh buat hati dup dap dup dap. Banyak kawan-kawan yang post tentang haji dan gambar kaabah di facebook. Mulalah hati terasa nervous. Saya tanya rakan-rakan yang pernah mengerjakan haji, adakah perasaan ini normal? Sungguh. Perasaannya sangat lain. SubhanaAllah. Tak terucap dengan kata-kata. Dan jawab mereka, iya memang perasaan itu normal. Alhamdulillah kami dipertemukan dengan rakan-rakan yang sangat membantu kami sepanjang persiapan haji kami. Terutamanya yang tak putus-putus bagi nasihat pada kami, pesan jangan lupa bawa itu dan ini, yang sentiasa ingatkan kami supaya solat hajat dan taubat sebelum pergi. Tidak lupa juga buat keluarga di Malaysia dan India yang tidak putus-putus mendoakan kami, yang berusaha untuk membuat doa selamat untuk keselamatan kami. Masya Allah, Allah sajalah yang membalas jasa baik kalian semua.

Harapan kami agar perjalanan haji kami dilindungi Allah, sempurna ibadat haji kami, dikurniakan haji yang mabrur, makbulkan doa-doa kami, hapuskan dosa-dosa kami, dan permudahkanlah ibadat kami. Perjalanan haji kami hanya 7 hari tapi impak yang akan kami tempuhi daripada ibadat haji kami ini adalah untuk selama-lamanya.

Till we meet again, my blog!!!

Assalamualaikum....

Saturday, September 28, 2013

When I put on my niqab....

Bulan lepas kami ke Lulu hypermarket di Batha. Di sana tiba-tiba tergerak nak beli niqab di salah satu kedai abaya di sini. Walaupun ada satu di rumah, tapi kali ini tergerak nak beli satu niqab yang simple, yang senang dipakai. So, saya pun beli lah sehelai yang berharga SAR 10. Konon-kononnya nak berangan pakai nant. Bila sudah duduk di Saudi ni kan, tanyalah expat's wife di sini...most of them mesti ada satu dua stock niqab di rumah...dan at least mereka akan cuba untuk pakai keluar rumah...atau paling kurang pun, pakai untuk ambil gambar (seperti gambar profile blog saya...hahaha)..so I just act normal as others, isnt it?



The next two weeks, kami pergi lagi beli barang di Lulu hypermarket ( ya memang kami tidak ada tempat lain nak bershopping...heheeh) hati ini tetiba terasa untuk pakai niqab...sungguh hanya untuk cuba-cuba...saja nak rasa pengalaman berniqab...iyalah bila lagi, nak-nak bila dah berada di Saudi, berniqab bukanlah suatu yang ganjil, lain trend nya bila berada di Malaysia nanti....tapi di sini, kalau tak berniqab dan kamu pergi ke tempat-tempat tertentu seperti di Hara, Batha, Dirrah atau di bandar-bandar kecil...ianya mungkin suatu yang ganjil...pandangan kaum lelaki akan tertumpu pada kamu...terutamanya di tempat-tempat ini memang ramai dari bangladesh, pakistan, India yang masih bujang, atau yang berkahwin tapi isteri masih di kampung mereka...( u know what I meant, kan)...dan hampir semua kawan-kawan saya dari India menjadikan niqab
suatu yang mesti dipakai bila keluar....


Pengalaman pertama pakai niqab, MashaAllah...pada saya yang punya lung capacity yang lemah, memang susah sangat...tercugap-cungap dari dalam taxi lagi bila nak bernafas...hahaaha...dah macam gaya orang semput pulak...saya curi-curi bukak kejap-kejap...bila sampai, kami ke restoran pizza jap..isi perut...di Saudi, kebanyakan restoran memang ada family section...dan ia tertutup samada dengan langsir atau room partition...so tak susah...just bukak aja niqab bila hendak makan...selesa sangat...





Dah kenyang, pakai balik niqab baru masuk mall untuk bershopping...saya pergi shopping ya kawan-kawan...di mana tempatnya berbumbung dan berhawa dingin...tapi entahlah kenapa masih susah sangat nak bernafas...rasa macam sesak sangat...time tulah rasa nak give up...mungkin pada orang lain, mudah...tapi bukan pada saya...bukan mengada-ngada...tapi kalu waktu tengah tidur pun, saya jenis tak reti selubung dengan selimut...mesti sesak nafas...hahaha...as I said, small lung capacity kot...

Setiap 2-3 minit, saya mengipas kasi udara aircond masuk...sangat tidak selesa, kemudian bagitahu suami rasa macam nak bukak...suami pujuk suruh tahan...dia tunjuk semua wanita berniqab di situ kat saya, cakap kalau mereka semua boleh, saya pun boleh...nak tak nak tahan ajalah lagi....tapi, Alhamdulillah bila dah tekad nak teruskan, sejam lepas tu dah mula rasa selesa...sampai ke balik saya terus berniqab...

Selepas itu, kalau nak pergi shopping saya sudah mula selesa dengan berniqab...terasa freedom...especially bebas dari pandangan mata orang-orang laki di sini....tapi still saya akan tengok tempat bila untuk berniqab dan tidak...tidak semua tempat saya akan berniqab...dan terus terang saya masih belum kuat lagi untuk berniqab sepenuhnya...keinginan memang ada, tapi saya belum bersedia...dari awal mula-mula datang suami sudah lama menyebut yang dia suka bila saya berniqab...tapi saya masih buat tidak tahu...lama-lama jadi segan pun ada..at least in this place, why not if I don't give a try...bila post my picture to facebook, Alhamdulillah rupanya ramai yang berkeinginan untuk berniqab...ianya bukan lagi suatu persepsi hanya yang 'alim-alim' sahaja akan berniqab...moga suatu hari nanti di Malaysia juga akan menjadikan niqab suatu pakaian yang suka dipakai oleh kaum wanita di sana..seperti di sini...Aamiin...

She, who doesn't know the meaning of friendship



Kawan datang, kawan pergi...

Berubah status, berubahlah persahabatan itu,
Berubah pangkat, berubahlah kasih sayang itu,
Perkhabaran hanya ditunggu, ditunggu dan terus menunggu,
Akhirnya senyap tanpa khabar berita darimu,
Sekali timbul, telah berubah kehidupanmu

Kini barulah aku mengerti,
Kenapa sahabat senyap selama ini,
Bahagia dia sedang menanti,
Tidak perlu persahabatan lagi...

Esok lusa kami bertemu jua,
Jangan bimbang, akan aku peluk cium mu seperti biasa,
Hati sakit akan aku lupa,
Dengar kau bergelak tawa,
Seperti tiada apa-apa berlaku antara kita

Tidak mengapa, akan aku kenang kisah lama kita,
Susah senang, ketawa menangis bersama,
Aku faham, kau sudah ketemui keluarga bahagia,
Di depan Kaabah akan aku doa kekal selamanya.

Wahai hati, setiap apa yang kau lakukan, belajarlah untuk semata-mata kerana Allah ta'ala...
Lillahi Ta'ala....Lillahi Ta'ala....Lillahi Ta'ala...

( tulisan di atas adalah ketika beremosi, tulisan di bawah adalah ketika emosi stabil)

Seumur hidup, tak pernah tulis puisi bagai ini semua...waktu bercinta pun tak reti nak bermadah- madah...yang pandai, copy n paste ayat dalam internet send kat suami..senang..abis cerita...hari ni tetiba beremosi lebih, itu yang terhasil puisi...tengoklah betapa kuatnya persahabatan sampai si Farah ni yang tak pandai berpuisi boleh pulak berpuisi...dah habis tulis, baca balik...tergelak sakan...tulis tgh ada feel, bila baca rasa tak ada feel langsung...hahahaha....tajuk omputih, isi ke melayu jugak....nasiblah kau Farah...nak berpuisi sangat kan...





Tuesday, July 16, 2013

Lesson from Allah

Ini ada satu pengalaman kecil kisah kami di Dubai. Ianya berlaku sekejap aja...pertemuan kami dengan dua orang wanita arab di Dubai Metro train memberi kesan pada hati...pertemuan yang berlaku hanya 5-10 minit telah banyak memberi ruang untuk berfikir hingga ke hari ini.

Hari itu, manusia tidaklah ramai dalam train sehingga kami dapat tempat duduk dari awal perjalanan hingga ke station hotel kami. Tiba di satu station, 2 orang wanita middle-aged masuk ke dalam train. Saya beritahu suami saya yang wanita itu makan chewing gum...harap-harap tak kena tangkap...sebenarnya ada kisah di sebalik makan chewing gum ni...kami hampir-hampir kena saman dengan pihak penguasa train sebab makan chewing gum dalam train...nasib baik suami tunjuk iqama sebagai bukti yang kami orang luar dan memang tak tahu peraturan di sini....hehehe boleh lupa pulak...dulu duduk Singapore punyalah alert dengan benda-benda begini...

Dari segi pemakaian makcik-makcik ni memang nampak 'rugged'...dengan blouse lebar dan cap di kepala...yang seorang lagi, balut scarf di kepala...sambil makan chewing gum...sekali pandang memang nampak ganas...tapi bila saya turunkan pandangan saya ke tangan mereka, di sebalik celah jari ada tersemat alat yang memang familiar di Mekkah-TASBIH DIGITAL....sambil berborak sambil dia tekan alat digital itu....tersenyum saya sorang-sorang tengok telatah mereka...

Sampai ke station seterusnya, ramai pessenger turun...banyak tempat kosong...mereka pun duduk berhadapan dengan saya...tak lama lepas itu, sedang saya duduk termenung dengan muka boring,  saya disapa oleh salah seorang dari mereka...bertanyakan, 'are you Muslim, where are you from'....saya pun jawab, 'yes I am Muslim, I am from Malaysia'....lalu dia hulurkan alat tasbih tersebut kepada saya....dia suruh saya tekan-tekan alat tersebut sambil sebut Alhamdulillah, alhamdulillah...Subhanallah...subhanallah...pada fikiran saya, mungkin dia tengok saya termenung baik dia suruh saya isi masa dengan berzikir....hehehe...sebenarnya saya familiar dengan alat tersebut sebab saya ada membelinya sewaktu di Mekkah dulu...tapi mereka bersungguh-sungguh ajar saya bagaimana untuk gunakannya....siap dia keluarkan smartphone nya tunjuk tasbih application yang dia ada pada saya...lepas tu dia suruh kawan dia tunjukkan cara-cara gunakannya....mungkin dia anggap saya tak faham maksudnya bia dia sebut tasbeeh...tasbeeh...suami di sebelah keja lah bagitahu saya, 'tell them you have one and you know how to use it'....tapi tak terkeluar ayat itu dari mulut saya lihatkan kesungguhan mereka mengajar saya dan encourage saya untuk bertasbih sambil duduk termenung...[ out off topic jap--->pesan atok saya, jangan terlalu tunjukkan yang kamu pandai depan orang, rugi, sebab mungkin ada benda yang kita tak tahu sebenarnya kita boleh belajar dari mereka...yang penting, belajar merendahkan diri...jangan sombong...takkan rugi apa-apa pun....saya kira inilah yang selalu atok saya apply bila nak mintak resepi masakan dengan orang...orang dulu-dulu susah nak berkongsi ilmu masakan dengan orang lain...tapi atok saya memang expert dalam bab ni....hehe...okay...topic closed]

inilah dia tasbih digital yang diberi oleh wanita saudi itu...my one is brown color...
Sesi ajar mengajar sudah pun selesai, kemudian saya bertanyakan pula pada mereka, 'where are you from?' Mereka jawab 'we are from Saudi'...dengan penuh excited saya pun jawab 'oh reallyyy...currently we are staying at Riyadh' tiba-tiba terus berubah muka mereka...nak tak nak je dia jawab....'yes my sister staying in Riyadh' dia tunjuk jarinya kepada wanita yang satu lagi...wanita tu tak pandang-pandang ke arah saya...saya pelik..saya salah cakap ke...saya terus diam...sampai ke station mereka, mereka terus keluar....belum sempat saya senyum pada mereka...balik hotel, baru saya terfikir kenapa mereka berubah...bila tengok pakaian mereka, sudah tidak menampakkan yang mereka adalah wanita Saudi...ramai yang tahu wanita Saudi di'wajib'kan bagi mereka untuk memakai abaya hitam dan rata-rata mereka memakai niqab...tapi tidaklah saya terperanjat kerana tidak semua akan apply pakaian yang sama bila berada di luar Saudi...saya pun tidaklah sentiasa mengenakan abaya....cuma mungkin mereka tak expect yang saya pun tinggal di Saudi...kebetulan saya memakai abaya pula pada masa itu...saya tidak kisah kalau pakaian mereka berbeza, tapi tutuplah aurat...kalau di Saudi kita boleh patuh menutup aurat, tapi di luar kenapa mesti kita membukanya....bukankah menutup aurat itu suruhan Allah...bukan suruhan Kingdom of Saudi Arabia....ye tak? Wallahu A'lam....

Ada satu buku yang kami beli 2 tahun lepas bertajuk 'Girls of Riyadh'...buku ni ditulis oleh wanita Saudi dan ianya sedikit kontroversi dan pernah di banned oleh negara ini dari dipublished...ia mengisahkan kisah kehidupan 4 orang wanita Saudi yang mempunyai latar belakang yang berbeza...sangat menarik...walaupun ianya bukan kisah benar tapi serba sedikit ia menggambarkan kehidupan realiti orang-orang arab di sini...banyak benda yang kita pun takkan expect tapi sebenarnya berlaku di sini...

the book which I bought 2 years ago in Riyadh....

Apa-apa pun saya fikir banyak yang saya boleh pelajari dari mereka. Ingat Allah pada bila-bila masa. Jangan bazir masa. Di sini, pengawal imigresen atau polis pun akan memegang tasbih...sambil dia marah orang, sambil jari dia bergerak...saya kira berzikir lah tu....Wallahu A'lam....lagi satu, sikap mereka yang suka sedekah...asal ada peluang, mereka akan sedekah...Alhamdulillah....Allah temukan saya dengan mereka....kini saya ada 2 tasbih digital...rasa tanggungjawab pula untuk sedekahkan pada orang lain....one person pop in my mind most....My Mom...one for me, one for you....:-)

Okaylah dah pukul 2 pagi....subuh start pukul 3.40 macam tu...nak siap-siap apa yang patut untuk sahur....Selamat berpuasa semua!!!

Kurangkan juadah, tingkatkan ibadah!!!

Till we meet again, my blog!!!

Assalamualaikum....

Saturday, July 6, 2013

Jahilnya saya

(Entry kali ini agak panjang kerana emosi yang terlebih: jam 2.30 pagi)

Saya teringat zaman saya belajar di sekolah agama, kira-kira 12 tahun dahulu, ada satu bab mengenai solat ketika berperang. Masa itu, saya tertanya-tanya masih  wujudkah perang. Bila masa hendak dipraktikkan solat ini? Saya fikir dunia sudah aman. Kali terakhir saya dengar tentang perang, bila saya belajar bab sejarah mengenai perang dunia pertama-kedua. Jahilnya saya. Alangkah naifnya saya. Saya tidak tahu ketika saya belajar bab solat ketika perang itu, rupa-rupanya saudara saya seislam pernah dan masih lagi ditindas di Iraq, Bosnia, Palestine, Pakistan dan banyak lagi yang saya sendiri tidak tahu. Bukan sahaja tidak tahu, saya tak hendak ambil tahu pun. Selak surat khabar terus ke bahagian hiburan dan intisari rancangan. Jahilnya saya.

Namun, Alhamdulillah Allah telah membuka mata saya tentang peperangan yang berlaku di Gaza pada tahun 2009. Itu pun ketika saya di UiTM. Pensyarah-pensyarah dan rakan-rakan hebat mengutuk kekejaman pihak Zionist terhadap saudara kita di sana. Kempen-kempen boikot pun berjalan dengan rancaknya. Forum #SaveGaza dilakukan sana-sini. Paling hebat sekeras-kerasnya kami kuatkan semangat untuk berkempen "jangan makan McD". Tapi, sayangnya kempen ini tidak lama. Berita dari Gaza senyap, saya pun senyap. Burger McD pun sudah mula berada di dalam perut saya semula. Malah ternanti-nanti pula bila  season 'Prosperity Burger' nak keluar. Jahilnya saya.

Lebih kurang 2 tahun lepas, ketika saya masih baru di Saudi, saya dikejutkan dengan rakan-rakan Malaysia di Saudi berkongsi berita tentang peperangan yang berlaku di Syria. Peperangan baru sahaja berlaku ketika itu. Kami berkongsi-kongsi maklumat. Ada yang memungut derma untuk disalurkan kepada mereka secara rahsia di Syria. Ada yang berkongsi facebook page untuk di'like' bagi mengetahui perkembangan semasa yang berlaku di sana. Walaupun banyak page yang telah di'like', namun sehingga ke hari ini, saya masih setia mengikuti berita mereka dari facebook page 'Rakyat Malaysia bersama Revolusi Syria'. Ketika itu, hanya puluhan orang sahaja yang ikut serta bersama page ini. Tapi kini, Alhamdulillah sudah lebih 100k orang bersama page ini. Usaha mereka sangat besar dalam membuka mata kami dan memanjangkan berita dan kekejaman yang berlaku di sana. Makin ramai yang sudah mula mengambil berat tentang mereka. Alhamdulillah ada saluran yang saya fikir boleh dipercayai faktanya berbanding dari media-media besar yang lain ( u know what I mean).

2012, sekali lagi kami mendapat berita serangan Israel terhadap Gaza berlaku lagi. Seperti biasa, facebook memainkan peranan yang sangat penting untuk mengikuti update-update di sana. Sekali lagi kempen boikot 'jangan makan McD' dikongsikan di wall masing-masing. Walaupun peperangan berlaku di sana tidak lama, kini saya tekad untuk tidak menjamah makanan itu lagi. Jujurnya, saya geram, marah, sakit hati bila terpandang fast food itu, apatah lagi bila saya nampak kawan-kawan facebook tanpa segan silu berkongsi gambar mereka dengan burger McD masing-masing. Anak buah saya pun tahu bila pandang McD, dia akan cakap McD jahat...McD bunuh kawan upa kat sana. Hmmm. Kini saya tidak jahil lagi. Saya telah ambil iktibar dari peperangan di Syria. Saya kagum dengan sesetengah kawan saya yang telah lama boikot produk-produk tersebut. (Ya Allah, berikan aku kekuatan)

Tapi saya percaya, saya tidak terlambat untuk tersedar. Ramai orang kata ini adalah peperangan akhir zaman. Saya tidak tahu. 2-3 hari lepas, telah berlaku perampasan kuasa di Mesir untuk menjatuhkan Dr Mursi. Majoriti umat islam di sana telah bangkit.Terowong sembunyi dari sempadan Rafah ke Gaza yang selama ini disalurkan bantuan makanan dan ubatan telah ditimbus oleh tentera Mesir. Saya sedih. Rakyat Palestine sedih. Seluruh umat Islam di dunia sedih. Mereka teguh bersama semangat Dr Mursi (#WeAllMursi). Tapi begitulah tuntutan Allah. Tiada apa akan berlaku melainkan izinNya. Wallahu Alam. Hari ini kita lihat rakyat arab telah mula bangkit. Bermula di Tunisia, Libya, Mesir, Syria, Palestine, Yaman. Semua telah mula menegakkan yang haq, menolak yang batil. Laungan jihad terdengar sana-sini. Mereka sudah mula mengangkat senjata untuk melawan musuh. Kini, baru saya tahu solat ketika perang masih dipraktikkan ketika ini. Jahilnya saya.

Bagaimana dengan umat Islam yang lain. Umat Islam bukan hanya terletak di negeri arab. Kami di Malaysia, Indonesia, Singapore, India, masih jauhkah kami dengan jihad? Saya sering lihat gambar-gambar para ibu menghantar para mujahidin untuk berperang di balik pintu rumah mereka. Mungkin suatu hari nanti, tidak mustahil kami pula yang akan hantar suami, bapa, abang atau adik kita untuk berjihad. Bukankah jihad itu cita-cita kami? Sudah siapkah kita? Mudahnya untuk memperkatakan.

Beranikah lagi kita tinggalkan solat.
Beranikah lagi kita membuka aurat.
Beranikah lagi kita melakukan maksiat.
Hari ini mungkin saya rasa takut, tapi esok lusa saya sudah lupa.

Till we meet again, my blog!!!

Assalamualaikum...



Tuesday, July 2, 2013

Summer holiday-Dubai Jun 2013 (Part III)

Bermula 29hb Jun yang lepas, seluruh Saudi telah mula menukar waktu weekend mereka secara rasminya dari Khamis-Jumaat ke Jumaat-Sabtu. Walaupun tak ada effect bagi saya, tapi perubahan demi perubahan yang berlaku di negara ini, sedikit sebanyak memberi impak positif pada sistem negara ini...cadangan untuk pertukaran weekend ini telah lama kami dengar, sejak mula-mula kami di sini, mungkin lebih lama dari itu, tapi perlaksanaannya hanya berlaku pada tahun ini. Alhamdulillah, banyak telah berubah di sini sekiranya ingin dibezakan dengan keadaan mula-mula saya jejak disini. Terutamanya, sistem pengurusan di immigration telah banyak beubah. Keadaan lebih cepat dan teratur. Lebih mengejutkan lagi pekerja-pekerja sana turut sama reply " you are welcome" apabila kami ucapkan terima kasih pada mereka. Perubahan ini mungkin nampak kecil pada mata orang lain, tapi ianya sangat signifikan pada kami. Antara perubahan lain adalah mereka berkerja keras untuk menapis pekerja-pekerja asing yang migrate ke sini tanpa visa yang sah. Pihak kerajaan sini memberi mereka peluang untuk memperbaharui visa/kafeel mereka ataupun mereka diberi peluang untuk dihantar pulang ke negara masing-masing....yang saya dengar, semua perbelanjaan akan ditanggung oleh kerajaan Saudi. Wallahu A'lam. Saya suka tinggal di sini dan saya harap sangat-sangat perubahan sistem di sini dapat memberi kebaikan kepada semua orang samada masyarakat tempatan mahupun expatriates yang mencari rezeki di sini.

Baiklah, tajuk utama adalah Dubai bukan Saudi, kan...kita continue balik cerita part 3...sedikit fakta tentang Dubai... menarik tentang Dubai, penduduk tetap mereka lebih sedikit berbanding expatriates yang bekerja di sana. Jejak sahaja kaki kami di luar airport Dubai, kiri-kanan pandang kalau tak Indian, mesti Filipinos. Seperti di Saudi, kalau dah dikelilingi Indians, secara automatically kami akan feel at home. Driver taxi kami Keralian. Receptionist di hotel kami Indian and Filipino. Sangatlah rare nak jumpa arabian di sana sehinggalah kami ke Dubai Mall. Semua luxury cafe dipenuhi pak Arab sambil menikmati secawan kopi berharga AED 30 dan Macaroon or sandwich yang harganya entah berapa. Huhuhu.

sumber:wikipedia...jauh perbezaan jumlah penduduk Indian dan Emirati di sana

some of the pictures in Ibn Batutta Mall
Hari seterusnya, kami ke Ibn Batutta Mall untuk tengok senibina dan interior/exterior design di sana. Funny thing is that, kami tidaklah ke museum or historical places, or even to desert untuk merasai arabian style o history...tapi kami ke mall-mall untuk merasai kehidupan orang-orang arab di sana. Reason? Of course it wont cost you money. For example, mereka bina Ibn Batutta Mall ini sempena memperingati perjalanan dan penjelajahan saudagar arab yang tersohor yang bernama Ibn batutta di seluruh pelusuk negara. Mall ini dibahagi kepada 6 jenis bahagian atau Court. India, China, Egypt, Tunisia, Andalusia dan Parsi. Design-design yang berbeza dapat dilihat pada setiap bangunan mengikut tema negeri penjelajahan yang diterokai oleh Ibn Batutta ini. Kami hanya sempat ke India court, China court and Parsi court. Yang lain tak sempat sebab kami pergi tengok movie hindustan. Faham ajalah cerita hindustan habis sampai 2 jam. Itu tak masuk intermission time. 10 minit wayang stop beri laluan untuk viewers pergi toilet and buy more popcorns...now only I understand why hindi movie ada tunjuk INTERMISSION after sejam cerita dimainkan....hehehe...okay out of topic lah pulak....anyway, enjoy the picture below okay....
Some of the history and information about the travels of Ibn Battuta

China Court
India Court
Keesokannya, kami ke Mall of Emirates pula...tak banyak benda yang menarik di sini kecuali mereka yang suka shopping, its the best place...kami ronda-ronda sambil ambil gambar dan take our dinner at the food court...yang bestnya, foodcourt dia besar dan lengang sikit tak seperti food court yang lain...
Standing in front of Mall of Emirates entrance

That is how our summer holiday ends...6 days 5 nights...its very relaxing holiday...and now here we are again, in Riyadh, waiting for Ramadhan to come...lagi seminggu aja lagi...Alhamdulillah....

Ramadhan Kareem to everyone...semoga Ramadhan kali ini lebih baik dari tahun yang lepas...Aamiin...

Till we meet again, my blog!!!

Assalamualaikum....


Tuesday, June 25, 2013

Summer holiday-Dubai Jun 2013 (Part II)

Alhamdulillah, tadi call emak di Segamat, bumi Malaysia dilimpahi hujan...kurang lah pencemaran jerebu especially di Johor...Allah Maha Penyayang...Dia bagi peringatan bagi kita...Dia bagi juga Rahmatnya pada kita...Allahu Akbar!

Okay, move on to my story...summer holiday in Dubai....well, another reason why we like to compare this place with Singapore (we stayed in Singapore for 2 years) is that the transportation facilites...SUPERB!!!...especially independent tourist like us yang ikut suka nak pergi mana-mana tak kira masa, tak kira waktu...so we really rely on public transport (not included taxi, okay!!!)....kami hanya take train and buses untuk jalan-jalan...tak susah nak jalan-jalan kat sini...google map kan ada....one thing which catch our attention is their bus stop...ada air-conditioner you all...sempat ambil gambar satu dua keping...hehehe...the metro train pun ada cabin yang khas untuk Gold Class card holder untuk yang budget lebih and tak suka struggling with people...and they also have special cabin for women and childrens....


busses and trains in Dubai

So day 2 in Dubai, of courselah aktiviti wajib mesti semua nak tengok Burj Khalifa kan...bangunan tertinggi di dunia...so kami naik train ke Dubai Mall/Burj Khalifa...station train ini sebenarnya tersangatlah jauh dari Dubai Mall/Burj Khalifa....kami terpaksa berjalan rasanya hampir 1km to the place...they built the bridge to connect from this station to Dubai Mall/Burj Khalifa....and along the passage, they provide us the travellaters too...so tak lah penat sangat nak jalan...tapi lambat lah sikit nak sampai kalau tak jalan laju-laju...hehehe...
the travellators along the passage from the metro station to Dubai Mall...jenuh nak jalan....huhuhu

Kami plan just nak tengok wayang, ambil gambar Burj Khalifa and finally watch Dubai Fountain....di Dubai Mall juga ada Aquarium park and Ice Rink....those are mainly attraction places to do here...so after watch Fast and Furios 6, kami terus ke Dubai Fountain...di sini ada pertunjukan air terjun ikut rentak lagu yang dimainkan...and not every time they will show...it has its own timing...so make sure you check the timing in internet first to watch it....and I tell you its really worth it....sambil tengok the performance sambil itu bolehlah ambil gambar Burj Khalifa......kami pergi pun waktu malam....so gambar a litte bit blur...next day, rasa macam nak pergi lagi waktu siang, tapi mengenangkan kena jalan jauh terus jadi malas....hehehe...

the view of Burj Khalifa during night time...its really gorgeous!!!

 
Really enjoy this Dubai fountain show 

Keesokannya, kami ke Gold Souq pula....even we dont have any intention to buy gold, but as it is one of famous attraction place in Dubai, so we just go to have a look...that place has nothing special except so much gold shops are there....boleh jadi rambang mata nak pilih....the way to go to this place is more interesting actually...ada 3 cara kalau nak ke sini menggunakan public transport...1st, train...2nd, bus and 3rd by boat which it called as Abra...kami naik train ke Al-Ghubaiba station dan kami terpaksa berjalan beberapa meter untuk ke Al-Ghubaiba Water Station...di sana tersusun beberapa buah Abra untuk mengangkut penumpang-penumpang yang ingin ke seberang sungai....tambangnya hanya AED 1...tak jauh mana pun...5 minit dah sampai...Sebelum ke sana, kami sempat singgah old souq yang menjual pelbagai kraftangan tempatan...old souq ini hanya terletak berhampiran dengan Dubai Creek ..geram tengok barang-barang kat sana...cantik-cantik semuanya...tapi hanya mampu ambil gambar ajalah...huhuhu...so just enjoy the pics down there okay.....

Old Souq which located nearby the Dubai Creek....

Al-Ghubaiba Water Station...dari sini kami naik Abra untuk ke Gold Souq...
Some of gold shops in Gold Souq....

Setelah penat berjalan di tengah panas ronda-ronda Gold Souq ini, kami ke Al-Ras Metro Station untuk ke Deira City Centre...kononnya nak tengok another movie....tapi semua full seat, yang ada seat depan dan 3D movie...confident aja kami book 2 seats for 3D A Man of Steel movie, bila staff dia sebut harga AED 120, dengan muka tebal cepat-cepat saya cakap, its okay...we dont want it...husband gelak aja tengok muka terkejut saya...hehehe...lantaklah....belanja I makan lagi bagus....so we end up the day with eating Sushi in the food court....puas hati!!!

Makan lagi baik kan...hehehe...gambar popcorn yang atas tu time kami  tengok wayang tempat lain keesokannya...
Okaylah....nanti sambung lagi ye....nak pergi exercise....treadmill sudah memanggil....hehehe

Till we meet again, my blog!!!

Assalamualaikum.....


Summer holiday-Dubai Jun 2013

Lebih kurang 2 minggu lagi kita nak sambut Ramadhan kan....rindu sebenarnya nak sambut Ramadhan kat Saudi ni...perasaannya lain...of course tak boleh beat the feeling bila kat tanahair sendiri...tapi Ramadhan kat sini tak kurang meriahnya....semua mall or supermarket akan buka after maghrib atau isyak bagi hormati solat tarawih...dan akan buka sampai pukul 2 atau 3 pagi...kedai-kedai makan biasanya akan tutup setelah abes waktu sahur...lampu-lampu akan menerangi bandar  dan kedai-kedai...semua pekerja akan dikurangkan waktu bekerja...my husband will start work at 10 am till 4 pm....mungkin mereka ingin beri ruang untuk semua berqiamullail di waktu malam...rasanyalah...Alhamdulillah, memang mereka sangat menyambut kedatangan bulan suci ini dengan sangat meriah....great experience to have....

Cuaca di Riyadh sangatlah panas...kadang-kadang sampai mencecah 50 degrees...sangat eksrim kan...so this summer, kami  telah ke Dubai selama 5 hari untuk bercuti...nak ke tempat yang sejuk-sejuk kena ambil cuti panjang...and budget quite high...so we decide ke Dubai ajalah...walaupun dah 2 tahun kami duduk di Saudi ni...tapi this is first time kami jejak ke negeri seberang...Dubai....Insya Allah ada rezeki lagi kami akan ke Bahrain pula, kemudian ke Oman, ada budget lebih akan ke Turkey pula...In sya Allah kalau rezeki kami panjang di sini....berangan je lah kamu ni, Farah...hehehe...
picture taken from the flight...
We took Flydubai flight to go to Dubai...its only 1 and half hour journey from Riyadh....cuaca tak menentu time kami fly..lg beberapa minit nak landing, I think our flight hit the sandstorm...bergegar flight kami....tiba-tiba suasana dalam flight senyap sepi...semua terdiam...before this dlm flight macam pasar.....MasyaAllah...kami tawakal aja time tu....I think that is the scariest journey I ever had...tapi Alhamdulillah selamat sampai....kami book hotel somewhere nearby to Metro station (Al Fahidi Metro station)....3 minutes walking distance only...tersangatlah dekat...the hotel name is Four Points by Sheraton Bur Dubai....hotel ni ada 2-3 hotel around Dubai....so kalau nak pergi sini kena inform the address to your taxi driver clearly...tapi even kitorang dah berkali-kali inform driver taxi kitorang, confident aja dia bawak ke hotel lain..time nak check-in, staff dorang bagitahu adress ni lain....dah extra money kena bayar other taxi untuk pergi ke our hotel...haish...by the way, the hotel which we are staying is very nice and comfy....highly recommended...senang nak access with other places, just beside of our hotel is small supermarket, and many restaurants, cafe, pharmacies, clinic,currency exchange booth just around the corner... kalau kami pergi lagi Insya Allah akan stay lagi di sana...itupun kalau ada offer goin on sebab time kami book the price is 20% less...hehehe....
Hi my name is Maya...comel je Flydubai guna animation for safety instruction video....
the Ethopians in queue waiting for boarding...suka tengok dorang ni...pakainannya tersangatlah meriah...belum masuk make up lagi...when I enter airport toilet, habis depa conquer semua cermin bersolek...hehehe
Sepanjang kami di sana,  we loved to compare this place with Singapore. Especially when it comes to bills..bills..bills...hehehe...5 hari di sana, kami hanya 'visit' shopping mall..we visited 4 different malls everyday...tangkap gambar bangunan...their external and interior design...thats it...it won't cost you money unless you intend to buy something, isnt it?...to be honest , sejak saya sampai Riyadh dari Malaysia bln december tahun lepas... satu big mall pun saya tak masuk lagi...(actually, we both shares the same interest: we never got interest with shopping)...baik kan?..hihi...tapi bila ke Dubai lain da ceritanya...
some of the wall interior design in Dubai Metro Station
bergambar dulu before jalan-jalan...
Kenapa lain ceritanya? Nanti saya sambung cerita di next entry ok...dah mengantuk...nak masuk tidur dulu...

Till we meet again, my dear blog!!!

Assalamualaikum....

Thursday, June 20, 2013

Hyderabadi chicken beriyani


There are two ways of cooking beriyani. First, kachhi beriyani and second one is pakki beriyani. Pakki beriyani is cooking chicken and rice separately which most alike malaysian style beriyani. Kachhi beriyani is cook the chicken along with the rice and it is very time consuming. I prefer the taste of kachhi beriyani as the taste and smell is very distinct and more tastier. The one that I am going to show here is kacchi beriyani way.

Ingredients:

4 cups of Basmati or Beriyani rice
500g of chicken pieces
2 Onions (cut into ring)
1 tbsp of garlic
1 tbsp of Ginger
1 tomato
Corriander leaves
Mint leaves
Whole masala
Black pepper
Half packet of beriyani masala
1 cup of yoghurt
Salt

a. Pre-preparation:
1. Soak the rice for 60 mins. It is will make the rice expand in proportion.
2. Cut the onion into rings. Fry it in ghee or butter till it become dark brown. Put aside.

Rice soaked in the water
Fry onion
b. Chicken-marinate:
Marinate the chicken together with ginger-garlic paste, tomato paste, coriander leaves and mint leaves, whole masala, 2 green chilies, black pepper and yogurt. Add the beriyani masala. Add 2 spoon of oil. Salt to taste. Keep it aside for 4 hours at most.

Marinated Chicken
c. Boil the rice:
Boil water and add 2 tea spoon of oil, salt, cardamon, bay leaves and cloves. Let the water come to boil. Taste the water for checking the salt. Pour the soaked rice and cook till half done. Remove the water.

d. Final-step:
Add marinated chicken at different pot. The good beriyani pot should have a thick bottom for less temperature. In my case, I'm using pressure cooker. Put the oil so that the chicken don't get burnt. Put the marinated chicken in a layer. Take the half cook rice and put it on the top of the chicken in a layer. You can add coriander, fry onion and saffron on the rice.

Put the rice on the top of chicken in a layer

Close the lid tightly so that the fragrance remains inside and the half cooked rice get cooked with the chicken. If you do not have a tight lid you can wrap a clean cloth on the lid. Cook in high temperature for 5 mins and less temperature for 25 mins.

The biryani Masala which I used

Happy cooking!!!