Thursday, October 31, 2013

I just hate to accept those fact...


I hate to accept the fact that I only in need when you have nobody or you want somebody to be with you when nobody else could. (nobody-somebody-nobody...apa-apa jelah...introduction yang beremosi lagi...2 entries for this close gap...bravo Farah)

Yes, I am a housewife...who just sitting in home in this desert area, which the rules are not always with woman favour. Not allow to drive--not allow to go out alone. But I'm okay with it as back to my home country I don't use to go out alone neither I used to drive unless needed. But to be more pathetic, I am a housewife with no kids YET. So my housewife job is much-much limited. But still, I can handle with this pathetic situation as everything in Allah's will. SABAR-DOA-USAHA-TAWAKAL.

However, that is not my point here. Don't get me wrong by thinking poor Farah, poor housewife, holding a degree but see her poor situation ( hey apa ni, banyaknya poor). Believe me, alhamdulillah I am much happy with this kind of life. Remember my last entry on how and what I can take advantage on my current situation.Here is the entry. Not many people can actually enjoy this kind of living as mine. Again, that is not the point. I actually hate the fact that people think a housewife like me has plenty of time. Yes, to the fact. To other friends/family, I know they have a lot of work to do (consisting- rush to office, send the kids to nursery, markerting, cooking, cleaning, washing etc) and me? only the last 3 tasks which I do everyday...hahaha...thats it...the rest, ikut suka ko lah nak buat apa lepastu..and I keep on answering people's curiosity question ---Farah, oh my God...what are you doing the whole day in home?...even my husband's friend son who is only 13 years old also have that curious question in his mind...punyalah mengambil berat...:p...well, with this a lot of leisure time which Allah grant to me, thats the reason I normally initiate 'hi, how are you?' message to all my friends or families back at home... Again, I am okay with that...seriously I understand the fact that they are busy and I don't use to disturb them..(sebulan sekali je pun)...and I don't really mind to initiate it to them....that also might be the reason why people come to me when they have problem...or luahan rasa...as Farah has plenty of time...

But then?lets get to the core point here, Alhamdulillah Allah give me those opportunity or maybe abilty (?) to help people, to ease their pain with my only 20 cents advice...I really gratefull...but I am not superwoman...who just sit back in home and relax without any problem...( who doesn't have problem in this world)...but where are they when I need them? believe me, I feel guilty with those feeling. It seems how insincerity am I showing care for them, it seems that I need the same reciprocal love and care from those people as well...It seems to me I don't help them because of Allah...but I just a friend, a sister, a family who also need some care and love just by saying--is anything we can help you? No doubt, Alhamdulillah until now I still have people that always concern bout me...its like 'just call my name, I'll be there'...

Farah is always there when they need someone's help...
Farah is there when they need some accompany...
Farah is there...Farah is there...Farah is there.....
But then?Where Farah can go when she need someone...
Sorry I am busy...sorry, my kids troubling me...sorry my time is gold...
Terkuntang-kanting lah Farah cari bantuan...
Alhamdulillah, there always unpredictable help from unpredictable people...
Thank you, Allah...You always send me Your help...
Hasbunallah wani'mal wakeel
End of emotional discussion.

Till we meet again, my blog!

 Assalamualaikum....

Wednesday, October 30, 2013

PERJALANAN HAJI 1434

Alhamdulillah, sudah hampir 2 minggu kami pulang dari Mekkah. 7 hari kami berkelana di Mina. Khemah sempit kami yang muat-muat untuk semua jemaah Malaysia dari seluruh Saudi telah banyak memberi pengalaman yang tak akan saya lupakan sampai bila-bila. Ruang yang kecil langsung tidak terasa sempit. Ada sahaja ruang untuk kami solat dan makan berjemaah. Tandas yang sedikit langsung tidak terasa lama untuk menunggu gilirannya. Makanan yang hampir setiap hari masakan daging kambing, tapi langsung tidak terasa akan muaknya. Tiada masalah gastrik, 'loose-motion', insomnia dan lain-lain lagi. MasyaAllah kuasa Allah. Sungguh. Allah telah memakbulkan doa-doa saya, keluarga dan rakan-rakan agar dipermudahkan sepanjang berada di sana. Tidak teringat untuk 'counting da days to go home'. Alih-alih esok hari terakhir kami. Masa berlalu sangat cepat tapi Alhamdulillah hati terasa puas.

Ada sedikit highlight yang saya ingin kongsikan pengalaman/persepsi/pendapat/tips sebelum, sepanjang dan selepas melakukan haji.

HATI TERASA PUAS

Entahlah perkataan puas itu terasa seperti ekstrem untuk menggambarkan perasaan hati setelah pulang dari Mekkah tapi itulah yang saya rasa. Bukanlah saya rasa seperti tersangat puas dengan ibadah saya, kerana siapa saya yang ingin menilai ibadat saya di sana, tapi Alhamdulillah Allah bekalkan perasaan 'puas' ini membuatkan hati saya seperti tenang setelah kembali dari Mekkah. Tiada perasaan seperti 'Alangkah bagusnya kalau saya boleh perbaiki ibadah saya di sana'. Mungkin persediaan yang telah lama saya lakukan sebelum pergi ke Mekkah membuatkan saya bersedia dan tahu untuk buat apa di sana. Walaupun ada satu dua ralat yang telah (terpaksa) kami lakukan seperti terlepas waktu bermalam di Mina, suami jatuh sakit dan terpaksa tunda ibadah haji kami ke hari lain tapi Masyaallah ada hikmahnya. Sangat-sangat besar hikmahnya.

Sehingga sekarang kami suami isteri masih seronok bercerita pengalaman kami di sana. Suami tak henti-henti bersyukur dapat pergi dengan jemaah Malaysia. Tiada yang ingin dikomplenkan. Dengar dari kisah-kisah kawan kami yang ditipu dengan agensi mereka membuatkan kami terasa sangat berpuas hati dengan agensi kami. Ramai yang pesan jangan makan banyak-banyak sebab kuantiti toilet yang terhad. Kawan-kawan suami pesan juga cari waktu yang sesuai untuk melontar jamrah dan tawaf sebab orang terlalu ramai. MasyaAllah, kuasa Allah kami tidak mengalami sebarang masalah dengan keadaan tersebut. Semasa perjalanan ke Mekkah, kami singgah di perhentian yang sama kami singgah ketika umrah puasa yang lepas. Perbezaan yang sangat ketara apabila suasana agak sunyi berbanding bulan puasa yang lepas. Toilet kosong. Suami sempat bertanya dengan pekerja Bangladesh di sana. Mana pergi semua orang? Pekerja tersebut beritahu tahun ini tahun yang paling sedikit kuantiti orang yang pergi haji disebabkan jumlah kuota yang dikurangkan. Di Miqat, Qarnul Manazil juga kosong. Hanya beberapa bas sahaja yang berhenti untuk persediaan ihram. Saya sempat mandi di bilik air yang hanya saya seorang sahaja berada. KOSONG. Alhamdulillah, walaupun bayaran agak mahal tapi nikmat yang Allah kurniakan ini membuatkan kami berasa syukur sangat-sangat.

Saya bersyukur dipertemukan dengan teman-teman haji dari seluruh Saudi yang sangat mesra dan banyak menolong kami dalam segala hal. Yang paling best, di khemah kami kakak-kakak senior sentiasa menjaga solat jemaah kami, bertadarus quran ramai-ramai, ingat-mengingati untuk qiyam, kejut untuk bangun solat, beryassin dan berKahfi bersama. Seorang sakit, semua concern. Sehinggakan suami jatuh sakit, kakak yang berjiran dengan saya terus call suaminya untuk bagi ubat itu ini pada suami saya. Ada kakak yang sanggup untuk temankan saya dan suami untuk bawa ke hospital. Begitu sekali mereka mengambil berat. Subhanallah.Alhamdulillah.Allahu Akbar.

PERSEDIAAN YANG CUKUP

Baca, kaji, dan tuntut ilmu haji secukupnya. Kalau di Malaysia sangat bertuah kerana jemaah haji akan dipanggil untuk menghadiri kursus asas haji yang dikelolakan oleh Tabung Haji. Peringkat demi peringkat mereka akan ajarkan pada bakal haji. Dari persediaan haji, ilmu wajib dan rukun haji, kesihatan, permasalahan wanita semuanya lengkap. Kami di luar Malaysia kena lebih independent untuk mendapatkan ilmu haji ini. Kelas hanya diadakan sehari sahaja oleh organiser pihak agensi haji kami. The rest, kena cari sendiri. Alhamdulillah saya terjumpa kursus Asas Haji di youtube melalui website masjid AsSobirin, Lembah Keramat. (http://www.masjidassobirin.com/haji2011.html) Syukur sangat-sangat sebab Allah temukan saya dengan video-video haji ini. Terasa seperti menghadirkan diri di kursus haji di Malaysia. Sesiapa yang duduk over the sea macam saya, saya strongly suggest study through this video. InsyaAllah lengkap ilmu haji kita. Dari basics info, tips, practical and real experience story from penceramah dari Tabung Haji ini, Ustaz Dr. Sapawi Bin Che Mat. Just download, and spent 2 hours everyday to watch and learn from the video. Seriously seronok sangat dengar ustaz ini berceramah. Langsung tak boring. Semoga Allah membalas usaha pihak penganjur masjid dan juga pada penceramah-penceramah yang menyumbangkan ilmu haji ini pada kami.

Rakaman kursus haji di website Masjid Assobirin

Hajj books yang dibeli dari E-sentral dan dari Riyadh...
Kami sebenarnya pun tak merancang awal untuk mengerjakan haji. Jadi memang buku-buku rujukan langsung tak bawak dari Malaysia. Alhamdulillah banyak info kami dapat dari internet terutama online books keluaran Tabung Haji dijual di http://www.e-sentral.com. Buat tambah-tambah ilmu terutama rujukan dam, doa-doa pilihan dan banyak lagi. Dan suami pun banyak beli buku haji dari Riyadh. Alhamdulillah, Allah akan permudahkan usaha kita kalau kita betul-betul ikhlas untuk belajar.

Jangan malu untuk bertanya terutama pada rakan-rakan yang telah pergi dan akan pergi mengerjakan haji. Terutamanya tips-tips atau barang-barang yang perlu dan tak perlu dibawa. Sekurang-kurangnya kita telah bersedia dan tak akan terkejut dengan suasana baru di sana. Lebih-lebih lagi orang macam saya yang tak biasa bercamping jauh-jauh...hehehe...Alhamdulillah banyak info saya dapat dari kakak-kakak yang mempunyai pengalaman pergi bersama dengan agensi yang sama. Trust me, ianya banyak membantu saya ketika di sana. Yang penting, pesan mereka DON'T EXPECT TOO HIGH. Takut nanti kecewa. Selain itu, saya dapat banyak info dari blog-blog Malaysian in Saudi yang rata-rata pergi dengan agensi yang sama. Ramai yang menulis catatan Travelog Haji mereka dari hari mereka pergi sehingga hari mereka pulang. Sedikit sebanyak ia memberi gambaran suasana di Mina, Jamrat, Muzdalifah dan Arafat.

JANGAN BERHENTI BERDOA

Sudah tentu semua bakal jemaah haji akan berdoa bersungguh-sungguh sebelum berangkat ke Mekkah. Kami hanya memasang niat untuk mengerjakan haji awal tahun ini. Entah jadi entah tidak bukan kuasa kami. Tapi kami berniat bersungguh-sungguh. Kami berkorban tidak pulang raya semata-mata kami takut terlepas pendaftaran haji dengan mana-mana agensi. Kami tersangat ingin pergi bersama agensi yang selalu bawa jemaah Malaysia. Bersama pimpinan Ustaz Dr Hassan. Berapa kali hati ini berbisik ingin pulang ke Malaysia  tapi memandangkan kena simpan duit untuk haji, terpaksa pujuk hati untuk bersabar. Months after months passing sehinggalah Ramadhan tiba. Still tak ada info lagi. Selalunya pendaftaran akan buka right after Syawal tapi Syawal tiba masih tiada berita. Kami sudah mula mencari info dari agensi India dan Pakistan. Reda dengan agensi mana pun asalkan dapat pergi. Tapi tak putus berdoa pada Allah. Alhamdulillah, Allah temukan dengan orang-orang Malaysia yang sangat membantu kami dalam mendapatkan info haji dengan agensi Malaysia. Urusan kami jadi sangat mudah. Sangat-sangat mudah. Masyaallah. Subhanallah. Allah ArRahman. Allah ArRahim.

Jangan berhenti berdoa. Niat kita suci. Lillahi Ta'ala. Depan Kaabah pada Ramadhan lepas saya tak putus berdoa. Saya berdoa dengan sepenuh hati. Saya ingin jadi tetamuNya. Hanya Allah tahu bagaimana kami letak harapan dan usaha kami untuk menjadi tetamuNya. Walaupun pertengahan tahun baru kami tahu kuota akan dikurangkan dan harga akan dinaikkan, kami ketepikan segala kemungkinan yang kami akan menangguhkan haji kami. 3-4 minggu sebelum pergi, baru kami dikhabarkan harga pakej haji kami yang sebenar. Semua kawan pejabat suami yang excited untuk pergi menarik diri. Mereka menangguhkan haji mereka apabila dapat tahu harga yang dikenakan berganda tingginya. Ianya hampir sama harga dengan jemaah muassasah dari Malaysia. Bezanya mereka dapat tinggal selama 40 hari dan kami hanya tinggal 7 hari di Mina. Alhamdulillah suami sangat tekad walaupun ada kala saya sedikit goyah. Suami cakap duit boleh dicari. Rezeki Allah bagi kami menetap di Saudi sangat besar jika dibandingkan dengan harga yang dikenakan.Belum tentu tahun depan kami masih di Saudi. Jangan dusta nikmat itu.Kita telah berdoa untuk jadi tetamuNya, Allah makbulkan untuk jadi tetamuNya tapi kenapa mesti kita goyah hanya dengan harga yang tinggi. Astaghfirullah.

Saya bermasalah dengan gastrik dan insomnia. 2 penyakit yang sangat sinonim dengan saya. Ada kala saya mengadu pada suami perasaan risau saya dengan penyakit ini ketika saya berada di sana nanti. Allahu Akbar. Saya hopeless. Semakin dekat hari, semakin saya tidak boleh tidur. Malah saya hanya dapat tidur selepas subuh hari ketika kami akan bertolak ke Mekkah. Saya hanya tidur 2-3 jam. Saya tawakal. Saya katakan dalam hati, saya telah berdoa pada Allah hari-hari. Saya doa pada Allah agar jauhkan dari penaykit yang mengganggu ibadat saya sepanjang saya mengerjakan haji. Cukupkan tidur saya Ya Allah, agar saya dapat simpan tenaga untuk beribadat padaMu. Berikan kesihatan fizikal dan mental yang kuat. Solat hajat, taubat, tahajjud saya lakukan dengan harapan Allah akan perkenankan doa saya. MasyaAllah, terasa kerdil sangat diri ini bila Allah permudahkan semua ibadat saya. Tiada sekali pun saya merasai sakit gastrik walaupun waktu makan yang tak menentu dan makan makanan yang berminyak dan lemak. Tiada satu malam pun saya tidak dapat melelapkan mata. Suami kata mungkin badan penat menyebabkan saya dapat tidur lena. Saya katakan tidak mungkin saya dapat tidur melainkan dengan bantuan Allah. Walaupun penat macam mana pun saya tidak akan mudah terlena seperti lenanya saya tidur di sana. MasyaAllah. Subhanallah. Oleh itu, jangan pernah berhenti berdoa pada Allah.

GO WITH THE FLOW

Satu ujian yang melanda kami suami isteri adalah ketika suami jatuh sakit. Suami saya mengalami demam yang teruk sehingga banyak ibadat kami terpaksa ditangguh. Kami reda dengan ketentuan Allah. Tiada siapa yang mahu jatuh sakit. Tapi Alhamdulillah, kami tetap bersyukur dengan ujian Allah ini. Ianya bermula setelah balik dari Arafah, kami tersesat untuk ke khemah Mina kami. Ketua kami terpaksa bawa kami ikut jalan jauh disebabkan banyak jalan ditutup. Khemah Mina kami adalah sempadan dengan Muzdalifah. Oleh itu, suasana agak sedikit berbeza kerana kawasan muzdalifah telah dipenuhi dengan orang untuk mabit di sana. Kami terpaksa jalan jauh dari Metro Station yang sepatutunya hanya mengambil masa selama 7-8 minit untuk ke khemah Mina kami. Pusing punya pusing, akhirnya sejam selepas itu barulah kami tiba ke khemah kami. Suami sudah mula rasa hendak demam. Batuk dan selesema. Kami siap-siap untuk mabit di Muzdalifah dan solat jamak ta'khir dan juga kumpul batu untuk melontar. Selesai sahaja mabit, kami sekumpulan kecil decide untuk melontar Jamratul Aqabah pada malam itu juga memandangkan orang kurang ramai ketika itu. Kumpulan besar kami ingin melontar pada keesokan hari pada waktu petangnya.  Kawan-kawan suami ramai yang berpesan pada kami untuk cari waktu sesuai melontar Jamratul Aqabah pada 10 Zulhijjah itu kerana banyak cabaran yang berlaku di sana terutama orang yang sangat ramai. Banyak cerita yang kami dengar. Jadi suami yang masih sihat ketika itu tekad untuk melontar pada malam itu juga. Pukul 1 pagi kami gerak dan Alhamdulillah train dan jamrat pun sangat lengang. Selesai sahaja melontar, barulah suami betul-betul jatuh sakit. Ramai yang menegur kami yang memaksa diri untuk melontar pada malam itu. Mereka menasihati kami jangan terburu-buru untuk menyempurnakan ibadah. Saya mula rasa sedih dan risau dengan keadaan suami yang langsung tak boleh bangun. Suami gagahkan diri untuk ke klinik dengan bantuan rakannya.

Kami decide to go with the flow. Pada 11 Zulhijjah saya terpaksa pergi melontar dengan rakan-rakan khemah tanpa suami. Suami tinggal di khemah. He decided untuk gabungkan lontaran pada 11 Zulhijjah serentak dengan 12 Zulhijjah. Pada pagi 11 Zulhijjah semua jemaah kami pergi melakukan tawaf ifadhah pada pukul 2 pagi. Saya dan suami decide untuk stay sahaja di khemah memandangkan keadaan suami tidak beransur pulih. Kebiasaannya saya yang akan cepat risau. Tapi Alhamdulillah saya tawakal dengan perancangan Allah. Fikiran saya tenang. Tidak risau. Saya nasihatkan suami jangan paksa diri. InsyaAllah Allah bantu kita. Saya suruh dia berehat dulu. Rupanya perancangan Allah maha hebat. Allah bagi kami ujian, Allah balas balik kesabaran kami dengan beri kami kemudahan. Setelah kami kumpul tenaga dan mendapat tidur yang secukupnya, lepas sahaja Maghrib pada 12 Zulhijjah kami melontar Jamrah dan jamrah suami yang tertangguh. Alhamdulillah Allah bagi kesihatan pada suami. Kami decide untuk ke Haram pada malam itu juga untuk sempurnakan tawaf ifadhah kami selagi suami punyai tenaga. Ibadah jamrah kami lancar dan sebelum kami ke Haram kami bertanyakan pada pekerja Jamrah bagaimana suasana di sana. Kami risau pada jemaah yang melakukan nafar awal berpusu untuk melakukan tawaf ifadhah/wida di sana. Setelah dapat info, Allah tetap gerakkan hati kami untuk ke Haram. Tiba di haram agak lewat dan kami telah melepasi waktu mabit di Mina.Kami fikir yang kami sempat untuk pulang ke Mina tapi disebabkan bas yang bawa kami ke Haram berhenti di jalan jauh, jadi kami terpaksa juga mengambil keputusan dan tekad untuk meneruskan tawaf memandangkan suami masih sihat.

Alhamdulillah dengan tawaf tersebut, selesailah semua rukun haji kami. Perasaan syukur dan lega hanya Allah yang tahu. Ikutkan keaadaan suami 2-3 hari lepas yang tak boleh bangun langsung, kami ingat kami tak sempat untuk melakukan tawaf rukun tersebut dan terpaksa menangguhkannya dan pulang dulu ke Riyadh. Alhamdulillah Allah beri kesihatan pada kami. Ingatlah, jangan gusar dengan ketentuan Allah. Tiada siapa yang mahu sakit sepanjang berada di sana. Tapi bila Allah bagi ujian, terimalah dengan Redha. Jangan paksa diri. Go with the flow. Allah akan bagi jalan untuk kita. Kita datang semata-mata kerana Allah. InsyaAllah....

JANGAN LEKA

Kami dari Saudi hanya berada di Mekah selama 7 hari. Masa yang sangat singkat berbanding dengan jemaah dari Malaysia yang dapat menetap di sana selama 40 hari. Kami di sana hanya seminggu dan hanya berkesempatan untuk berada di Haram beberapa kali sahaja. Itupun pada waktu kami melakukan tawaf Qudum, Ifadhah dan Wida. Hari-hari lain kami hanya berada di khemah Mina. Dengan masa yang agak terhad ini, gunakanlah sebaik mungkin. Memang banyak masa terluang sampaikan kadang-kadang kami tidak tahu hendak buat apa. Jangan isi dengan aktiviti yang tidak berfaedah seperti berborak sakan, tidur yang berlebihan, mengadap handphone dan sebagainya.

Saya tiada internet di sana. Berapa kali saya menyebut depan suami untuk belikan pakej internet untuk saya gunakan di sana nanti. Suami buat tak tahu je. Banyak alasan diberikan. Last-last saya faham sendiri. Memang dia sengaja tidak mahu saya gunakan internet di sana. Dia tahu how crazy his wife with internet. Sungguh internet dan saya tidak boleh dipisahkan. Hehehe. Konon-kononya dia tak nak external interference antara saya dan ibadah saya. Hmmmm...iyakan ajalah. Walaupun wifi di khemah kejap ada kejap tak ada, saya akui yang saya selesa dengan keadaan di mana saya tidak selalu bersama dengan handphone. Bukan lama kan, 7 hari aja. Berkorban sikit aja. Lepas itu, berjimba lah balik dengan internet tu bila balik rumah.

Jangan isi masa terlalu lama dengan berborak. Seronok sebenarnya bila berkumpul ramai-ramai dengan kenalan baru. Tapi yang dikhuatirkan bila mula buka topik yang beyond the limit. Seperti mula bercerita pasal hal-hal dunia, gossip sana sini. Kadang-kadang kita akan terperasan yang kita berborak lagi lama dari kita membaca quran. Bila dah terperasan macam itu, take wudu', grab the Quran, sit in the corner and read. Hati sentiasa memainkan peranan yang penting. Hati ini akan berbisik sendiri untuk mengingatkan kita. Cukuplah. Berhentilah. Ingat tujuan datang ke sini. Slowly-slowly you will know what you have to do. Biasalah, syaitan memang inginkan kita terus leka. Hati kita kena kuat. Paksa diri. Participate with the activities that your organiser organised for you. Contohnya, tadarus quran, bertakbir raya beramai-ramai, solat jemaah, dan banyak lagi. It will stop you dari terus 'leka' dengan aktiviti yang lagha.

JAGA HUBUNGAN

Kita pergi ke Mekkah untuk menunaikan rukun Islam yang ke 5. Sungguh, sebelum saya menetap di Saudi anggapan saya haji adalah untuk orang-orang yang berumur. Bila merasai sendiri pengalaman di sana, terdetik di hati saya kalau lah saya yang masih 28 tahun ini termengah-mengah untuk selesaikan ibadat haji, bagaimana dengan orang yang sudah berumur. Seriously, fizikal kena kuat sebab kita kena berjalan lebih kurang 7-8 km setiap hari. Sebab itu, saya tidak mahu dustakan nikmat yang Allah kurniakan pada saya suami isteri.

Kami menyambut panggilan Allah untuk menjadi tetamunya. Kami pergi keranaNya. Sesuatu ibadat yang memerlukan kekuatan fizikal dan mental akan banyak menguji keimanan dan ketaqwaan kita kepadaNya. Bermacam-macam bentuk ujian. Ujian sakit, cuaca, makanan, tempat tinggal, toilet sehinggalah ujian antara manusia. Kita pergi semata-mata untuk beribadat padaNya. Hubungan dengan Allah (Hablu Minallah) kita jaga sebaik mungkin. Itupun bila ditimpa ujian sedikit mulalah kita akan mengelat dan buat ala kadar aja. Iman cepat goyah. Saya pernah mengalami pening dan mabuk yang melampau sewaktu hendak melakukan tawaf ifadhah. Mungkin lambat makan malam. Mulalah blood pressure low. Kami duduk di dataran sebentar untuk berehat. Makan dan solat. Mabuk tak juga hilang. Saya gagahkan juga untuk ke toilet berwudu. Sambil itu sempat bertanyakan dengan jemaah dari Indonesia bagaimana keadaan manusia di dalam haram. Dia yang baru sahaja selesai bertawaf memberitahu keadaan masih terkawal. Saya pujuk lagi suami untuk cuba-cuba tawaf di mataf yang dikhaskan untuk berkerusi roda. Saya masih tak yakin dengan kesihatan saya. Kami cuba untuk masuk di beberapa entrance tapi sering dihalau oleh pengawal keselamatan. Akhirnya kami terpaksa turun ke bawah untuk melakukan tawaf. Tekad untuk tempur sahaja. Doa dan tawakal agar Allah berikan kami kesihatan. Alhamdulillah boleh pulak diselesaikan. Mula sahaja tawaf, mabuk dan pening terus hilang. Terus Allah bagi tenaga. Sambil tawaf saya beritahu suami yang iman saya cepat sangat goyah bila ditimpa sakit. Manjakan sangat badan ini. Sebenarnya kita lebih faham dengan badan dan kesihatan kita. Rupanya saya masih ada tenaga untuk menyempurnakan tawaf tetapi saya tetap mencari alternatif lain untuk memudahkan tawaf saya. Astaghfirullah. Sentiasalah jaga hubungan kita dengan Allah. InsyaAllah Allah akan menjaga kita.

Hubungan dengan manusia (Hablu Minannas) juga merupakan ujian yang sangat besar. Saya sering dengar di mana-mana ceramah haji dan nasihat-nasihat dari orang ramai agar sentiasa bersama mahram kita. Setiap ibadat yang kita lakukan, lakukanlah bersama suami kita. Di sana ada banyak hikmahnya. Hubungan suami isteri akan semakin kuat. Susah senang, penat lelah diharungi bersama. Kita akan lebih mengenali suami kita dan percayalah kasih sayang akan bertambah bila kita melakukan bersama. InsyaAllah. Suami saya mengalami demam yang agak teruk. Belum pernah sepanjang perkahwinan kami, saya lihat keadaanya begitu. Sungguh, hati isteri mana yang tak risau. Ada masa terluang, saya akan pergi berjumpa dengannya di luar khemah kami. Kadang-kadang menitis juga air mata melihat keadaan dia. MasyaAllah Allah bagi ujian suami isteri di Mekkah. Betapa kasih nya saya melihat keadaan dia.

Hubungan dengan jemaah lain juga harus dijaga. Jangan pentingkan diri sendiri. Berhemah lah bila kita berkongsi menggunakan extension wayar, tali ampaian ataupun cloth hanger. Jangan kedekut. Kita duduk berjemaah macam ini kenalah bertoleransi. Tolak ansur. Bila kita bercampur dengan masyarakat yang berlainan kaum, adat dan budaya kita kena banyak bersabar, sabar dan sabar. Kaum lain punyai cara pergaulan yang berbeza. Terutamanya kaum India dan Pakistan yang lebih kasar cara mereka menegur kita. Kasar di sini bukanlah mereka tidak beradab tapi begitulah cara mereka. Di tandas, mereka akan mengetuk pintu luar tandas supaya kita cepat selesaikan urusan kita di dalam tandas. Mereka juga kurang arif dengan perbezaan mazhab antara kita. Mereka akan tegur cara kita berwudu, solat dan pemakaian kita (contoh pakai stokin ketika solat). Anggapan mereka apa yang kita buat semua tidak betul. Jangan melawan. Senyum sahaja. Tak payah susah-susah nak terangkan pada mereka. InsyaAllah doa pada Allah agar buka kan hati mereka untuk faham akan perbezaan mazhab kita. Walaupun berbeza negara dan budaya, tegurlah mereka. Berikan senyuman. Jangan diskriminasi. Mereka juga saudara kita. InsyaAllah Allah pelihara hubungan sesama kita.

ISTIQAMAH

DOA saya selepas melakukan haji ini adalah tidak lain selain ingin membaiki ibadat saya yang banyak kekurangannya dan istiqamah dalam menghadapi perubahan yang positif dalam kehidupan saya. DOA saya agar Allah terimalah jihad saya dalam mencapai haji yang mabrur dan memudahkan perjalanan kehidupan saya yang berbaki ini untuk mengekalkan haji mabrur tersebut. Melakukan ibadah haji mengikut rukun peraturannya mungkin dipandang mudah bagi sesetengah orang. Namun, kehidupan pasca haji merupakan perjuangan yang sememangnya tidak boleh diambil mudah. Cabarannya lagi besar. Ujiannya lagi berat. Semoga Allah kuatkan iman kita untuk terus beristiqamah dalam mengabdikan diri kepadaNya. Aamiin. Kalau ditanya soalan pada saya, hendak pergi haji lagi? Serta merta saya akan jawab SUDAH TENTU.

Next entry InsyaAllah saya akan kongsikan pengalaman perjalanan haji saya dan gambar-gambar yang diambil di sana....(kalau ada kerajinan lah....hehehhe)

Till we meet again, My Blog!!!

Assalamualaikum....

Monday, October 7, 2013

Is this feeling normal?

Kini, penantian kami dari bulan ke bulan, akhirnya akan berakhir jua. Alhamdulillah, doa kami dimakbulkan olehNya. Masa mengerjakan umrah bulan puasa yang lepas, saya tak putus-putus berdoa di depan kaabah agar dipermudahkan segala urusan pendaftaran dan yang paling penting agar dijemput oleh Allah menjadi tetamuNya pada musim haji tahun ini. Bermacam berita yang kami dengar. Kadar kuota jemaah haji tahun ini akan dikurangkan pada 50% dari penduduk tempatan (dari Saudi) dan 20% dari seluruh negara. Semua agensi di Saudi terpaksa menaikkan harga sehingga 20-30 percent pada kami yang ingin mengerjakan haji. Ini semua bagi menampung kerugian harga yang disebabkan pengurangan kuota jemaah haji. Wallahu A'lam.

Suami saya tunjukkan ayat ini pada saya...
it's very true, indeed...
Surah Al-Imrah (3:159)
Awal tahun lagi kami telah pun memasang niat untuk mengerjakan haji. Saya terus nekad untuk terus tinggal di Riyadh sehinggalah selesai ibadah haji kami. Maknanya 11 bulan akan tinggal di sini. Sedih. Tak dapat balik untuk sambut hari raya dengan keluarga. Keluarga di Malaysia dan India pujuk pulang untuk berhari raya. Tapi kami terpaksa berkorban kerana peluang yang Allah berikan amatlah rugi kalau kami sia-siakan. Kebiasaannya pendaftaran haji akan buka seminggu selepas raya dan kalau boleh memang kami ingin ikut jemaah dari Malaysia. Tapi disebabkan kami memang tak ramai kawan Malaysia di sini dan tiada sumber yang boleh kami rujuk, jadi kami decide untuk pergi sahaja dengan mana-mana agensi dari India atau Pakistan. Pertengahan tahun, barulah kerajaan Saudi announce kuota akan dikurangkan atas sebab pengubahsuaian di Masjidil Haram. Kami tawakal ajalah. Walaupun kadang-kadang terasa seperti tak ada harapan. Alhamdulillah, Allah memudahkan urusan pendaftaran kami. Kami dipertemukan dengan orang-orang Malaysia di sini yang memberi informasi tentang agensi yang biasa bawa jemaah Malaysia. Benarlah ayat Allah dalam Surah Al-Imran:159,"Then, when you have taken a decision, put your trust in Allah. For Allah loves those who put their trust (in Him)"
Kami sudah memasang niat dan tekad untuk mengerjakan haji,  kami berdoa dan tawakal, Alhamdulillah Allah sempurnakan urusan kami...


Final preparation- tulis doa-doa yang dikumpulkan 


all bags are packed!!!
Kami kini hanya menunggu panggilan Allah untuk jadi tetamuNya. Kurang dari seminggu aja lagi untuk kami  ke Mekkah. Ya, Allah selagi tidak jejak kaki ke sana, selagi itulah hati ini terasa sangat nervous. Tengok LIVE Makkah channel pun dah boleh buat hati dup dap dup dap. Banyak kawan-kawan yang post tentang haji dan gambar kaabah di facebook. Mulalah hati terasa nervous. Saya tanya rakan-rakan yang pernah mengerjakan haji, adakah perasaan ini normal? Sungguh. Perasaannya sangat lain. SubhanaAllah. Tak terucap dengan kata-kata. Dan jawab mereka, iya memang perasaan itu normal. Alhamdulillah kami dipertemukan dengan rakan-rakan yang sangat membantu kami sepanjang persiapan haji kami. Terutamanya yang tak putus-putus bagi nasihat pada kami, pesan jangan lupa bawa itu dan ini, yang sentiasa ingatkan kami supaya solat hajat dan taubat sebelum pergi. Tidak lupa juga buat keluarga di Malaysia dan India yang tidak putus-putus mendoakan kami, yang berusaha untuk membuat doa selamat untuk keselamatan kami. Masya Allah, Allah sajalah yang membalas jasa baik kalian semua.

Harapan kami agar perjalanan haji kami dilindungi Allah, sempurna ibadat haji kami, dikurniakan haji yang mabrur, makbulkan doa-doa kami, hapuskan dosa-dosa kami, dan permudahkanlah ibadat kami. Perjalanan haji kami hanya 7 hari tapi impak yang akan kami tempuhi daripada ibadat haji kami ini adalah untuk selama-lamanya.

Till we meet again, my blog!!!

Assalamualaikum....